Hari Lahir Pancasila 2026, Ini 5 Film Indonesia yang Mengangkat Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan

waktu baca 4 menit
Minggu, 31 Mei 2026 16:30 21 Nazwa

GAYA HIDUP | TD – Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan hanya menjadi momen untuk mengenang sejarah lahirnya dasar negara Indonesia, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mulai dari persatuan, toleransi, gotong royong, hingga keadilan sosial.

Bagi masyarakat yang memilih menghabiskan libur nasional di rumah, menonton film bisa menjadi alternatif kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang untuk memahami kembali semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, sejumlah film Indonesia menghadirkan cerita yang dekat dengan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai sudut pandang, mulai dari keluarga, pendidikan, keberagaman budaya, hingga perjalanan sejarah bangsa.

Berikut lima film Indonesia yang layak masuk daftar tontonan saat Hari Lahir Pancasila 2026.

1. Gadis Kretek (2023)

Sutradara: Kamila Andini dan Ifa Isfansyah
Pemeran: Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka
Jumlah Episode: 5 Episode
Platform: Netflix

Serial yang diadaptasi dari novel karya Ratih Kumala ini mengisahkan perjalanan Dasiyah atau Jeng Yah, perempuan berbakat yang tumbuh di tengah industri kretek tradisional Indonesia.

Melalui kisah cinta, keluarga, dan konflik sosial yang melintasi beberapa dekade, Gadis Kretek menghadirkan potret kehidupan masyarakat Indonesia dengan latar budaya yang kuat.

Selain menampilkan kekayaan tradisi Nusantara, serial ini juga mengangkat isu kesetaraan, perjuangan perempuan, serta hubungan antargenerasi yang sarat makna.

Mengapa relevan dengan Hari Lahir Pancasila?

Serial ini menggambarkan keberagaman budaya Indonesia dan pentingnya menghargai perbedaan. Nilai kemanusiaan, persatuan, serta penghormatan terhadap identitas budaya menjadi pesan yang terasa kuat sepanjang cerita.

2. Budi Pekerti (2023)

Sutradara: Wregas Bhanuteja
Pemeran: Sha Ine Febriyanti, Dwi Sasono, Prilly Latuconsina
Durasi: 111 Menit
Platform: Netflix

Film ini bercerita tentang Bu Prani, seorang guru bimbingan konseling yang mendadak menjadi sorotan publik setelah video pertengkarannya dengan seseorang di pasar viral di media sosial.

Peristiwa tersebut memicu berbagai reaksi, mulai dari hujatan, perundungan digital, hingga tekanan yang memengaruhi kehidupan keluarganya.

Dengan pendekatan yang dekat dengan realitas saat ini, Budi Pekerti mengajak penonton melihat bagaimana media sosial dapat membentuk opini publik secara cepat dan terkadang tidak adil.

Mengapa relevan dengan Hari Lahir Pancasila?

Film ini mengingatkan pentingnya etika, empati, dan penghormatan terhadap sesama manusia. Di tengah derasnya arus informasi digital, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi pesan utama yang sangat relevan dengan semangat Pancasila.

3. Sayap Kecil Garuda (2014)

Sutradara: Aditya Gumay
Pemeran: Rizky Black dan sejumlah aktor cilik Indonesia
Durasi: 95 Menit

Film keluarga ini mengisahkan Pulung, seorang siswa sekolah menengah pertama yang mengalami kesulitan menghafal Pancasila karena keterbatasan daya ingat yang dimilikinya.

Meski demikian, Pulung dikenal sebagai anak yang rajin membantu orang lain dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Cerita yang sederhana namun menyentuh ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya diukur dari kemampuan menghafal, melainkan juga dari perilaku sehari-hari.

Mengapa relevan dengan Hari Lahir Pancasila?

Film ini mengajarkan bahwa gotong royong, kepedulian sosial, serta sikap menghormati sesama merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila yang dapat dilakukan siapa saja.

4. Lima (2018)

Sutradara: Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanto Dewo
Pemeran: Prisia Nasution, Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, dan lainnya
Durasi: 110 Menit

Berbeda dari film pada umumnya, Lima hadir dalam format film antologi yang terdiri dari lima cerita pendek.

Masing-masing cerita merepresentasikan lima sila Pancasila, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Melalui berbagai latar belakang tokoh dan konflik yang berbeda, film ini mengajak penonton memahami bagaimana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan masyarakat Indonesia modern.

Mengapa relevan dengan Hari Lahir Pancasila?

Film ini secara langsung mengangkat tema Pancasila sebagai inti cerita. Setiap segmennya menawarkan refleksi mengenai toleransi, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang masih relevan hingga saat ini.

5. Pantja Sila: Cita-Cita & Realita (2016)

Sutradara: Tino Saroengallo dan Tio Pakusadewo
Pemeran: Tio Pakusadewo
Durasi: 80 Menit

Bagi yang ingin memahami sejarah lahirnya Pancasila secara lebih mendalam, film dokumenter ini bisa menjadi pilihan.

Pantja Sila: Cita-Cita & Realita mengulas kembali pidato bersejarah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 1 Juni 1945 yang menjadi tonggak lahirnya Pancasila.

Film ini juga mengajak penonton melihat bagaimana cita-cita yang terkandung dalam Pancasila berhadapan dengan berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.

Mengapa relevan dengan Hari Lahir Pancasila?

Film dokumenter ini memberikan perspektif historis mengenai proses lahirnya Pancasila sekaligus mengajak masyarakat merefleksikan implementasinya dalam kehidupan modern.

Menonton Sambil Memaknai Pancasila

Hari Lahir Pancasila tidak selalu harus diperingati melalui upacara atau kegiatan formal. Menonton film yang mengangkat nilai persatuan, toleransi, kemanusiaan, dan keadilan sosial juga dapat menjadi cara sederhana untuk memahami kembali semangat yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.

Kelima film tersebut menawarkan sudut pandang yang berbeda, namun memiliki benang merah yang sama: pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman. Sebuah pesan yang tetap relevan bagi masyarakat Indonesia hingga hari ini. (Nazwa)

LAINNYA