Relawan TIK Banten Edukasi 360 Siswa Baru SMPN 2 Mauk tentang Literasi Digital

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Jul 2026 22:53 8 Nazwa

TANGERANG | TD — Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten memberikan edukasi literasi digital kepada 360 siswa baru SMP Negeri 2 Mauk dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan kemampuan menggunakan teknologi secara cakap, aman, dan beretika sejak awal memasuki jenjang pendidikan.

Edukasi yang merupakan bagian dari program Relawan TIK Goes to School (REGOS) tersebut mengusung tema “Literasi Digital: Sopan Santun dan Bijak Bermedia Sosial untuk Menunjang Pembelajaran yang Baik.”

Materi disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Provinsi Banten sekaligus Trainer Literasi Digital, Taufiq. Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan literasi digital agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

“Literasi digital sangat penting karena teknologi berkembang sangat cepat. Generasi muda perlu dibekali kemampuan, kewaspadaan, dan keterampilan agar tidak menjadi korban kejahatan siber, penyalahgunaan teknologi, maupun penyebaran hoaks,” kata Taufiq.

Ia menjelaskan, literasi digital memiliki empat pilar utama, yakni Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital atau disingkat CABE.

“Keempat pilar tersebut menjadi bekal penting dalam menggunakan teknologi digital. Sopan santun, kejujuran, dan etika merupakan nilai yang berlaku di mana saja, baik di dunia nyata maupun dunia maya,” ujarnya.

Selain itu, kata Taufiq, pengguna media sosial juga harus bijak dengan memahami aturan, berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital, kritis terhadap informasi yang diterima, serta menghindari ujaran maupun komentar negatif.

“Ingat, jejak digital bersifat abadi. Karena itu, setiap orang harus berpikir sebelum mengunggah atau memberikan komentar di media sosial,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui permainan edukatif, simulasi, sesi bernyanyi dan menari bersama. Relawan TIK juga memberikan berbagai hadiah kepada siswa yang aktif mengikuti kegiatan sebagai bentuk apresiasi.

Kepala SMPN 2 Mauk, Rohimat, mengapresiasi kolaborasi bersama Relawan TIK Provinsi Banten. Menurutnya, literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik di era teknologi saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Relawan TIK Provinsi Banten yang telah memberikan edukasi kepada siswa baru kami. Sekolah terus membangun budaya literasi, termasuk literasi digital, agar para siswa semakin cakap memanfaatkan teknologi secara positif,” ujar Rohimat.

Ia menambahkan, hingga kini belum pernah terjadi kasus penyalahgunaan teknologi digital maupun perundungan siber di lingkungan SMPN 2 Mauk. Meski demikian, pihak sekolah terus melakukan pembinaan bersama berbagai pihak untuk mencegah potensi tersebut.

“Anak-anak rentan terhadap perundungan, termasuk cyberbullying. Alhamdulillah hal itu belum pernah terjadi di sekolah kami. Kami berharap budaya saling menghormati, sopan santun, dan beretika terus terjaga, baik kepada teman, guru, maupun orang tua,” pungkasnya. (*)

LAINNYA