Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Ahmad Taufiq Jamaludin, memberikan materi literasi digital dan etika bermedia sosial kepada siswa baru SMP-SMK Citra Madani Rajeg dalam kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten mengingatkan para siswa baru SMK Citra Madani Rajeg, Kabupaten Tangerang, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial karena jejak digital dapat berdampak terhadap masa depan, termasuk peluang memasuki dunia kerja. Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Relawan TIK Goes to School (REGOS) yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (15/7/2026).
Seminar interaktif bertema “Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial” itu diikuti 150 siswa baru dan merupakan bagian dari pelaksanaan petunjuk teknis (juknis) MPLS yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai empat pilar literasi digital, etika bermedia sosial, simulasi, pemutaran film pendek, hingga diskusi studi kasus. Materi disampaikan oleh Ketua Relawan TIK Provinsi Banten Ahmad Taufiq Jamaludin bersama Kepala Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Provinsi Banten Ilham Jumadi.
Dalam pemaparannya, Ahmad Taufiq Jamaludin menegaskan bahwa jejak digital bersifat permanen sehingga setiap unggahan di media sosial harus dipikirkan dengan matang.
“Hati-hati, jejak digital itu abadi. Saat ini banyak perusahaan, khususnya bagian HRD, menelusuri riwayat email maupun akun media sosial pelamar kerja. Karena itu, berpikirlah sebelum mengunggah sesuatu. Jangan sampai status atau komentar yang kita buat justru merugikan diri sendiri di masa depan. Hindari pula ujaran kebencian dan konten yang dapat memicu konflik,” ujarnya.
Taufiq menambahkan, edukasi di SMK Citra Madani Rajeg merupakan bagian dari program Gerebek Digital yang dijalankan Relawan TIK Provinsi Banten selama pelaksanaan MPLS di berbagai sekolah.
Menurutnya, program tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan kecakapan digital generasi muda sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Banten yang semakin cakap digital.
“Dalam rangka mewujudkan Banten Makin Cakap Digital, kami hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepada peserta didik baru. Meski jumlah trainer masih terbatas, kami tetap berkomitmen menjalankan pengabdian ini demi mencetak generasi Indonesia Emas yang cakap digital,” katanya.
Pada hari yang sama, Relawan TIK Provinsi Banten juga menggelar kegiatan serupa di SMPN 10 Kota Tangerang, SMPN 14 Kota Tangerang, SDN Sukamanah III Rajeg, SMKN 13 Pandeglang, serta sejumlah sekolah lain yang telah berkoordinasi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Citra Madani, H. Jaenudin Prawira Negara, mengapresiasi konsistensi Relawan TIK Provinsi Banten yang setiap tahun memberikan edukasi literasi digital kepada para siswa.
Ia menilai pemahaman mengenai etika bermedia sosial menjadi bekal penting bagi lulusan SMK agar siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.
“Etika di media sosial sangat berpengaruh terhadap peluang berkarier. Karena itu kami terus membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ujarnya.
Jaenudin berharap kolaborasi dengan Relawan TIK Provinsi Banten dapat terus berlanjut sehingga SMK Citra Madani berkembang menjadi sekolah yang memiliki budaya literasi digital yang kuat serta mendukung pelaksanaan MPLS Ramah yang dicanangkan pemerintah. (*)