Wagub Banten Apresiasi Simulasi Pengamanan May Day oleh Polda Banten

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Apr 2026 18:21 50 Nazwa

KOTA SERANG | TD – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan penghargaan atas kesiapan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Banten dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dimyati setelah menghadiri kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka persiapan pengamanan Hari Buruh Internasional (May Day), yang digelar di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada 20 April 2026.

Menurutnya, hasil simulasi menunjukkan kesiapan aparat kepolisian dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan. Ia menilai pelaksanaan simulasi tersebut sangat penting sebagai bentuk antisipasi.

Dimyati menambahkan, Polri telah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari personel, perlengkapan, hingga anggaran. Ia juga menilai tahapan pengamanan yang diperagakan, seperti Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Penindakan Huru Hara (PHH), hingga penanganan tindak kejahatan, telah dijalankan secara profesional.

Selain itu, ia mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Polda Banten, khususnya dalam membangun komunikasi interaktif dengan masyarakat saat menghadapi persoalan di lapangan. Di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Hengki, menurut Dimyati, situasi di Banten tetap terkendali dan dapat ditangani secara persuasif.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah merasa lebih aman karena potensi gangguan yang melanggar hukum dapat diantisipasi dengan baik.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Hengki menjelaskan bahwa latihan Sispamkota merupakan bagian dari persiapan pengamanan peringatan May Day pada 1 Mei mendatang. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan pemerintah daerah guna memastikan rasa aman bagi masyarakat, termasuk para buruh.

Ia menuturkan, pengamanan mencakup berbagai kegiatan, mulai dari bakti sosial, layanan kesehatan, hingga kemungkinan aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Banten.

Latihan tersebut, lanjut Hengki, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengamanan aksi massa, baik menjelang May Day maupun kegiatan lainnya.

Ia menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan SOP serta menjaga kesabaran agar petugas tidak mudah terpancing provokasi.

Dalam simulasi itu juga diperagakan tahapan penanganan aksi unjuk rasa, mulai dari kondisi aman (hijau), situasi yang mulai memanas akibat provokasi, hingga kondisi anarkis (merah). Meski demikian, petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif melalui tim negosiator.

Urutan penanganan melibatkan Dalmas Awal dari Polwan, Dalmas Lanjut, PHH Brimob, hingga penggunaan tindakan tegas sebagai langkah terakhir jika situasi sudah tidak terkendali.

Hengki berharap, melalui latihan ini, jajaran Polda Banten semakin profesional dan siap dalam mengamankan setiap kegiatan masyarakat. Ia juga mengimbau warga untuk tidak mudah terpengaruh informasi hoaks dan dapat menghubungi layanan 110 untuk memastikan kebenaran informasi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di Provinsi Banten agar pembangunan daerah dapat berjalan optimal demi kesejahteraan bersama. (*)

LAINNYA