Polresta Tangerang Temukan 8 Luka Senjata Tajam pada Jasad Pedagang Cilok di Cikupa

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 14:01 39 Nazwa

TANGERANG | TD – Misteri kematian seorang pedagang cilok yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan forensik mengungkap adanya delapan luka yang diduga akibat sabetan senjata tajam pada tubuh korban.

Korban diketahui berinisial P (33), warga asal Bangkalan, Jawa Timur. Ia ditemukan meninggal dunia di dalam kontrakannya pada Selasa (2/6/2026), sehingga memicu penyelidikan intensif dari jajaran Polresta Tangerang.

Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Tangerang bersama Unit Reskrim Polsek Cikupa langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendampingi pemeriksaan luar terhadap jasad korban yang dilakukan Tim Forensik RSUD Balaraja.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya delapan luka pada tubuh korban dengan ukuran yang bervariasi. Luka-luka tersebut diduga kuat berasal dari serangan menggunakan senjata tajam.

“Selain luka yang diduga akibat sabetan senjata tajam, pada tubuh korban juga ditemukan beberapa memar,” ujar Indra Waspada, Kamis (4/6/2026).

Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan yang kini terus dikembangkan oleh penyidik. Polisi masih mendalami kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur tindak pidana yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui berusia 33 tahun dan berasal dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Informasi tersebut diperoleh setelah petugas melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap identitas dan kondisi jasad korban.

Saat ini, penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti serta menggali keterangan dari sejumlah saksi yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Polresta Tangerang memastikan seluruh fakta yang ditemukan di lapangan akan dianalisis secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian korban sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap,” kata Indra Waspada. (*)

LAINNYA