Pemkot Tangsel Gaungkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Hardiknas 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 2 Mei 2026 15:34 51 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 (Hardiknas) yang berlangsung meriah di SMP Al-Azhar BSD. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan siswa, guru, hingga kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Pilar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak sekolah sebagai tuan rumah.

“Alhamdulillah kegiatan perayaan Hardiknas tingkat Kota Tangsel tahun 2026 hari ini telah dilaksanakan. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta SMP Al-Azhar BSD yang sudah menjadi tuan rumah,” ujar Pilar. Sabtu, (2/5/2026).

Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga deklarasi bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pilar menekankan pentingnya menghapus praktik perundungan (bullying), kekerasan, serta pelecehan di lingkungan pendidikan.

“Kasus bullying harus dihapuskan, begitu juga kekerasan dan pelecehan terhadap anak maupun seluruh staf sekolah. Itu tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Pilar, upaya mencetak generasi unggul tidak akan optimal jika lingkungan sekolah masih diwarnai budaya yang mengancam keamanan dan kenyamanan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Ia juga menilai keterlibatan sekolah negeri dan swasta dalam kegiatan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi dunia pendidikan di Tangsel.

“Kami harap dunia pendidikan di Kota Tangsel ke depan bisa semakin baik, semakin hebat, dan terus mencerdaskan masyarakat sesuai dengan moto cerdas, modern, dan religius,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui momentum Hardiknas tahun ini.

Ia mengungkapkan, Pemkot Tangsel telah mendeklarasikan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang mengacu pada regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, yang berfokus pada pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurut Deden, implementasi program tersebut telah dimulai melalui pembentukan kelompok kerja (pokja) serta pelibatan siswa sebagai duta, yang disebut DutBSAN.

“Melalui Duta BSAN, siswa diberi tanggung jawab untuk mengawasi lingkungan sekitarnya. Minimal mereka bisa memberikan informasi kepada guru atau wali kelas jika ada potensi kekerasan, bahkan diharapkan bisa mencegah sejak dini,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa sejumlah kasus kekerasan yang pernah terjadi di lingkungan sekolah menjadi pelajaran penting bagi pihaknya untuk meningkatkan langkah pencegahan ke depan.

“Kita punya banyak pengalaman terkait kejadian kekerasan di sekolah. Ini menjadi pelajaran agar kita lebih antisipatif terhadap potensi kejadian serupa,” pungkasnya.

Ketua rangkaian Hardiknas Kota Tangsel, Rizkia Fitria menambahkan, rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti siswa-siswi terbaik Tangsel, dengan Wakil Wali Kota sebagai pembina upacara.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan deklarasi yang memuat lima poin utama.

“Yakni mewujudkan lingkungan sekolah aman dan nyaman, menjunjung nilai humanis dan inklusif, pencegahan pelanggaran secara kolaboratif, penguatan karakter, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” paparnya.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya, termasuk penampilan Tangsel Ska Orchestra dengan pentolannya, Pilar Saga Ichsan sebagai vokalis.

Selain itu, terdapat pula berbagai stan UMKM warga Tangsel yang menawarkan beragam produk menarik.

“Alhamdulillah produknya banyak. Mulai dari kuliner, fesyen hingga kerajinan tangan, yang menambah semarak peringatan Hardiknas 2026 di Kota Tangsel,” tandasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA