Pemkot Pagar Alam Belajar Kelola PAD dan Digitalisasi ke Tangsel

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Jun 2026 17:14 47 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Pagar Alam melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mempelajari pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penerapan digitalisasi pemerintahan.

Wakil Wali Kota Pagar Alam yang saat ini menjabat sebagai Plt. Wali Kota, Bertha, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pagar Alam yang baru terbentuk setelah pemisahan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Menurut Bertha, Tangsel dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil meningkatkan PAD dan memiliki sistem pengelolaan pendapatan daerah yang baik.

“Kami ingin belajar di sini karena PAD Kota Tangerang Selatan sangat tinggi. Bapenda kami juga baru terbentuk, sehingga perlu banyak belajar terkait pengelolaan pendapatan daerah,” ujarnya. Senin, (15/6/2026).

Selain itu, Pemkot Pagar Alam juga tertarik mempelajari inovasi digital yang diterapkan Pemkot Tangsel. Bertha menyebut Tangsel dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan digitalisasi pemerintahan.

“Kami mendapat informasi bahwa Tangerang Selatan meraih prestasi di bidang digitalisasi. Ilmu yang kami dapatkan di sini diharapkan bisa diterapkan di Pagar Alam, sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis e-governance,” kata Bertha.

Melalui kunjungan tersebut, Pemkot Pagar Alam berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik dari Tangsel untuk meningkatkan PAD sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

Sekretaris Bapenda Kota Tangsel, Rahayu Sayekti, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan karena Pagar Alam baru membentuk Bapenda sebagai organisasi perangkat daerah tersendiri setelah sebelumnya urusan pendapatan masih tergabung dalam BKAD.

“Mereka ingin belajar bagaimana pengelolaan pendapatan daerah setelah pembentukan Bapenda. Kondisi ini hampir sama dengan Tangsel yang juga pernah berpisah dari BPKAD dan membentuk Bapenda pada 2017,” ujar Rahayu.

Selain itu, rombongan Pagar Alam juga menggali informasi terkait keberhasilan Tangsel meraih peringkat pertama Championship TP2DD Regional Jawa-Bali.

Dalam kesempatan itu, Bapenda Tangsel memaparkan berbagai inovasi digital yang telah diterapkan, mulai dari pembayaran pajak dan retribusi melalui QRIS, virtual account, hingga layanan BPHTB yang sudah dilakukan secara online.

Rahayu menjelaskan, Tangsel juga berbagi strategi optimalisasi PAD melalui peningkatan pelayanan, pengawasan, dan penagihan pajak.

“Salah satunya dengan menggandeng Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam program pengawasan bersama serta bekerja sama dengan Kejaksaan untuk penagihan tunggakan pajak melalui Surat Kuasa Khusus (SKK),” ucapnya.

Menurutnya, sejumlah inovasi tersebut menjadi perhatian Pemkot Pagar Alam dan diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat pengelolaan pendapatan daerah serta mempercepat transformasi digital di wilayahnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA