KWRI Gelar Dialog Literasi Digital di Tigaraksa, Wabup Tangerang Jadi Keynote Speaker

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 22:02 25 Nazwa

TANGERANG | TD – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar Dialog Interaktif Literasi Digital di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, Selasa (19/05/26). Kegiatan ini mengangkat tema “Menghadapi Era Post-Truth melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks bagi Generasi Muda”.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang sekaligus hadir sebagai keynote speaker. Dialog ini diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar, organisasi kepemudaan, serta perwakilan insan media di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membawa dampak besar terhadap pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat dan tidak terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut adanya peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu menyaring informasi dengan lebih bijak.

Ia juga menyoroti fenomena post-truth, yakni situasi ketika informasi yang dipengaruhi emosi, opini, atau narasi yang tidak utuh lebih mudah dipercaya dibandingkan fakta yang sebenarnya.

“Kita saat ini hidup di era post-truth, di mana informasi yang dipotong-potong atau tidak utuh sering kali lebih dipercaya dibandingkan fakta objektif. Ini menjadi tantangan serius, terutama bagi generasi muda yang sangat aktif di media digital,” ujar Intan.

Selain itu, ia mengingatkan tingginya ketergantungan generasi muda terhadap perangkat digital yang dapat memengaruhi cara berpikir dan cara menyikapi informasi apabila tidak dibarengi dengan kemampuan literasi yang memadai.

Wabup juga menekankan pentingnya prinsip saring sebelum sharing sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran hoaks di ruang digital. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi profesi, dan media menjadi kunci dalam memperkuat edukasi publik.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi inisiatif KWRI Kabupaten Tangerang yang secara konsisten melaksanakan kegiatan literasi digital ke sekolah-sekolah dan kampus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya disinformasi.

“Upaya seperti ini sangat penting untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi publik yang berkelanjutan dalam memperkuat literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah derasnya arus informasi di era digital. (*)

LAINNYA