Foto bersama narasumber, pengurus WPA Desa Tegal Kunir Lor, tenaga kesehatan, dan pelajar usai kegiatan edukasi HIV/AIDS di SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, Kamis (7/5/2026), sebagai bentuk kolaborasi pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda terus diperkuat. Warga Peduli AIDS (WPA) Desa Tegal Kunir Lor menggelar kegiatan edukasi HIV/AIDS di SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, Kamis (7/5/2026), dengan mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan melalui pendekatan peer educator atau edukasi sebaya.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh siswa-siswi SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, serta melibatkan unsur sekolah, PMI Kecamatan Mauk, Puskesmas Kecamatan Mauk, dan pengurus WPA Desa Tegal Kunir Lor.
Acara dibuka oleh perwakilan SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, Rafiudin, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program edukasi kesehatan bagi para siswa. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang penting untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap isu kesehatan dan kehidupan sosial.
Ketua WPA Desa Tegal Kunir Lor, Ahmad Suhepi, menegaskan bahwa remaja memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan positif di lingkungan pergaulan mereka.
“Melalui pendekatan teman sebaya, informasi tentang kesehatan, khususnya pencegahan HIV/AIDS, akan lebih mudah diterima. Karena itu, remaja perlu didorong menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi dasar tentang HIV/AIDS yang disampaikan oleh dr. Iklima Lintang selaku petugas layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) Puskesmas Kecamatan Mauk. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar mengenai HIV/AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya membangun sikap empati dan menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Selanjutnya, materi mengenai Peer Education dan peran remaja dalam pencegahan HIV/AIDS disampaikan oleh Eko Darmawan, S.T., selaku Pengelola Program HIV/AIDS KPA Kabupaten Tangerang. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa peer educator merupakan remaja yang memiliki kesadaran untuk berbagi informasi, memberikan dukungan, serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat di kalangan teman sebaya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi kasus dan sesi diskusi interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola hidup sehat, risiko penularan, serta langkah pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sosial.
Melalui kegiatan ini, WPA Desa Tegal Kunir Lor berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya HIV/AIDS, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi yang membawa perubahan positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang sehat, peduli, dan berdaya dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang. (*)