Benyamin Davnie Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 15:17 31 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan kembali melanjutkan program bedah rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan hunian yang sehat dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ini melanjutkan program bedah rumah Tangsel. Tahun ini kita rencanakan sebanyak 329 unit rumah se-Tangsel yang dibedah berdasarkan pengajuan, sistem prioritas, dan tingkat kelayakan rumah,” ujar Benyamin.

Benyamin mengaku prihatin masih menemukan warga Tangsel yang tinggal di rumah tidak layak huni, baik dari aspek kesehatan maupun keselamatan bangunan.

“Sebagai wali kota saya prihatin masih ada warga yang tinggal di hunian yang tidak layak menurut aspek kesehatan dan kelayakan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui program ini dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga dengan memanfaatkan perkarangan rumah.

“Saya berharap bukan hanya rumahnya yang lebih layak, tapi pekarangannya juga bisa dimanfaatkan untuk pertanian, perikanan, ayam petelur, atau budidaya lele yang nantinya bisa diserap oleh SPPG terdekat,” katanya.

Ia menambahkan, Selama program ini diluncurkan sejak 2012 silam, Pemkot Tangsel sudah memperbaiki 2.901 rumah warga yang tak layak huni.

“Untuk tahun ini, setiap rumah mendapat bantuan sekitar Rp75 juta. Rumah akan dibangun ulang mulai dari fondasi hingga atap dengan konsep bangunan yang seragam,” pungkasnya.

Sementara, salah satu warga Tomasrullah yang tengah mendapatkan program rumah tidak layak huni (RTLH) mengaku bersyukur.

“Saya merasa berterima kasih kepada RT yang sudah mendaftarkan rumah kami untuk program bedah rumah. Saya juga berterima kasih kepada Bapak Wali Kota kita, Bapak Benyamin Davnie yang telah menjalankan program bedah rumah untuk warga Tangsel,” ujar Tomasrullah.

Ia menceritakan, kondisi rumah yang ditempatinya selama ini jauh dari kata layak. Atap rumah kerap bocor saat hujan turun, sementara tikus sering masuk ke dalam rumah pada malam hari.

“Kalau hujan bocor. Malam-malam tikus suka masuk rumah. Tidur nggak tenang, ibadah juga nggak tenang. Akhirnya bisa mendapatkan bantuan renovasi dari pemerintah,” tutupnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA