PSSI Tangsel Fokus Pembinaan Usia Dini Jelang Porprov Banten 2026

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 18:16 34 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD —Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Kongres biasa menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porporv) Banten 2026 memfokuskan pembinaan usia dini.

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa PSSI Tangsel harus memperkuat soliditas organisasi sekaligus fokus pada pembinaan usia dini demi melahirkan talenta-talenta sepak bola baru di Banten.

“Alhamdulillah pembukaan Kongres PSSI Kota Tangsel berjalan lancar. Saya tadi menitipkan beberapa hal kepada Ketua PSSI Tangsel untuk bagaimana mensolidkan PSSI Kota Tangsel ke depan dalam rangka persiapan Porprov, karena kita sebagai tuan rumah,” ujar. Kamis, (7/5/2026)

Selain fokus pada Porprov, PSSI Banten juga tengah menyiapkan kompetisi usia dini melalui Festival U-10 dan U-12 tingkat Provinsi Banten yang akan dimulai dari tingkat kota dan kabupaten hingga Juni mendatang.

Untuk mendukung peningkatan kualitas pembinaan, PSSI Banten juga telah menjalankan sejumlah program bagi SSB di Tangsel, mulai dari pembagian bola hingga fasilitasi pelatihan lisensi pelatih.

“Sekarang banyak pelatih SSB yang mengambil lisensi D dan itu kita fasilitasi melalui pelatihan,” katanya.

Pilar optimistis Tangsel mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang bisa mengikuti bahkan melampaui prestasi pesepak bola asal Banten seperti Kafiatur Rizky.

“Harus dong. Bahkan harus lebih hebat dari Kafiatur. Saya yakin Kafiatur juga ingin adik-adiknya bisa lebih berkembang dan lebih hebat lagi,” ucapnya.

Sementara, Ketua PSSI Kota Tangsel, Erlangga Yudha Nugraha, mencatat lonjakan jumlah anggota dalam Kongres PSSI yang digelar tahun ini.

Dari sebelumnya hanya sekitar 24 anggota, kini jumlahnya meningkat menjadi 58 anggota, didominasi oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Tangsel.

“Alhamdulillah jumlah anggota bertambah. Sekarang total ada 58 anggota dan sebagian besar berasal dari SSB di Kota Tangsel,” ujarnya.

Selain kompetisi usia dini, PSSI Tangsel juga tengah bersiap menghadapi sejumlah agenda besar lain seperti Porprov Banten, Popda, hingga kemungkinan digelarnya Piala Suratin.

Meski agenda cukup padat, Erlangga memastikan jadwal seluruh kompetisi telah disesuaikan agar tidak saling berbenturan. Dengan begitu, proses pembinaan pemain dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

“Kami sudah menyesuaikan jadwal masing-masing kompetisi supaya tidak bentrok, sehingga pembinaan atlet tetap berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, PSSI Tangsel juga menaruh perhatian terhadap perkembangan sepak bola putri. Erlangga berharap cabang sepak bola putri dapat kembali dipertandingkan pada Porprov Banten 2026 setelah sebelumnya absen karena keterbatasan jumlah peserta.

“Harapan kami tim putri tahun ini bisa lebih matang. Perkembangan sepak bola putri juga semakin baik dan kompetisinya makin banyak,” ucapnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA