Andra Soni Minta Dekopinwil Banten Perkuat Gerakan Koperasi untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 09:53 45 Nazwa

KOTA SERANG | TD – Gubernur Banten Andra Soni meminta Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Banten memperkuat gerakan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Andra Soni usai menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dekopinwil Provinsi Banten periode 2026–2030 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (12/6/2026).

Menurut Andra, perhatian besar pemerintah pusat terhadap pengembangan koperasi menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Ia menilai koperasi memiliki peran strategis dalam menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Kita berharap pengurus Dekopinwil Banten dapat bekerja maksimal dalam memperkuat koperasi di Provinsi Banten,” kata Andra.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi hingga akhir 2025, jumlah koperasi di Provinsi Banten mencapai 6.860 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 5.309 koperasi primer dan 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di delapan kabupaten/kota.

Andra mengatakan, besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor koperasi menjadi peluang untuk menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

Menurutnya, koperasi tidak hanya dapat tumbuh di tingkat desa, tetapi juga dapat menjadi wadah pemberdayaan bagi berbagai kelompok masyarakat dan profesi. Karena itu, ia berharap Dekopinwil Banten mampu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekosistem koperasi di daerah.

“Dekopinwil harus menjadi pusat advokasi, inkubasi, dan kolaborasi yang mampu mengonsolidasikan kekuatan koperasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Andra juga mengajak seluruh jajaran pengurus Dekopinwil Banten untuk menghidupkan kembali semangat Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi dasar koperasi harus terus dijaga dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Koperasi merupakan wadah perjuangan ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong. Semangat itu harus terus diaktualisasikan agar koperasi tetap menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Selain memperkuat persatuan gerakan koperasi, Andra meminta Dekopinwil Banten membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi agar koperasi mampu menjadi rumah besar bagi pelaku usaha rakyat di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa koperasi harus memiliki daya saing dan dikelola secara profesional agar mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Koperasi harus dikelola secara profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman agar mampu bersaing dengan badan usaha lainnya,” kata Farida.

Ia berharap koperasi-koperasi di Banten dapat terus berkembang dengan mengoptimalkan potensi unggulan masing-masing daerah sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekopinwil Banten Hasbi Sidik menyatakan pihaknya siap menjalankan amanah untuk memperkuat gerakan koperasi di Provinsi Banten melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi digital, serta perluasan akses permodalan dan pasar.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar koperasi di Provinsi Banten semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hasbi. (*)

LAINNYA