Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri

waktu baca 4 menit
Kamis, 11 Jun 2026 18:22 38 Nazwa

JAKARTA | TD – Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) resmi meluncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri sebagai arah baru pengabdian organisasi dalam memperkuat peran perempuan di berbagai sektor pembangunan. Peluncuran gerakan tersebut dilakukan bertepatan dengan pelantikan jajaran pengurus Majelis Alumni IPPNU periode baru yang berlangsung di Jakarta.

Mengusung tema “Bersama Alumni IPPNU Membangun Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen alumni IPPNU untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pelestarian lingkungan hidup, hingga penguatan solidaritas sosial dan persatuan nasional.

Ketua Majelis Alumni IPPNU, Prof. Dr. Siti Nur Azizah, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan menyatukan langkah dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.

“Menjadi alumni bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari fase pengabdian yang lebih luas. Alumni IPPNU harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujar Siti Nur Azizah.

Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi, kata dia, harus diiringi dengan pemerataan kesejahteraan, perluasan akses terhadap peluang pembangunan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus menghadirkan keadilan, membuka kesempatan yang setara, memperkuat ekonomi rakyat, dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” katanya.

Siti Nur Azizah menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan sosial. Karena itu, alumni IPPNU didorong hadir di tengah masyarakat sebagai kekuatan yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, maupun lingkungan.

“Saatnya alumni IPPNU menjadi ibu bagi rakyat yang membutuhkan belaian kasih sayang dan keadilan. Bukan sekadar ibu dalam pengertian biologis, tetapi ibu dalam makna sosial dan kebangsaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak perempuan Indonesia untuk menjadi pelopor di berbagai bidang pembangunan.

“Mari kita menjadi bagian dari perempuan-perempuan pelopor dalam segala bidang pembangunan; pelopor pendidikan, pelopor ekonomi rakyat, pelopor lingkungan hidup, pelopor solidaritas sosial, dan pelopor persatuan bangsa,” katanya.

Siti Nur Azizah turut menyampaikan apresiasi kepada Farida Farichah, kader dan alumni IPPNU yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia. Menurutnya, kehadiran Farida menjadi bukti bahwa kaderisasi IPPNU mampu melahirkan perempuan-perempuan pemimpin yang mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan koperasi sebagai instrumen demokrasi ekonomi yang mampu memperluas akses masyarakat terhadap kesejahteraan.

“Kita membutuhkan ekonomi yang bertumpu pada gotong royong, bukan ekonomi yang hanya memperkaya segelintir orang. Koperasi adalah jalan untuk memperkuat rakyat, memperluas kepemilikan ekonomi, melindungi masyarakat dari praktik rentenir, dan memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata,” tegasnya.

Sebagai arah pengabdian nasional, Majelis Alumni IPPNU meluncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri yang akan menjadi payung berbagai program pemberdayaan perempuan di seluruh Indonesia.

Gerakan tersebut dibangun di atas lima pilar utama, yakni Perempuan Merdeka, Perempuan Mandiri, Perempuan Visioner, Perempuan Hijau, dan Perempuan Peduli.

Pilar Perempuan Merdeka berfokus pada peningkatan akses pendidikan, literasi, dan penguatan kapasitas perempuan. Pilar Perempuan Mandiri mendorong kemandirian ekonomi melalui koperasi, kewirausahaan, UMKM, dan penguatan ekonomi keluarga. Pilar Perempuan Visioner diarahkan untuk mempersiapkan perempuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovasi, dan kepemimpinan.

Sementara itu, Perempuan Hijau menggerakkan perempuan sebagai pelopor pelestarian lingkungan hidup dan ketahanan pangan keluarga. Adapun Perempuan Peduli menitikberatkan pada penguatan solidaritas sosial, kepedulian terhadap kelompok rentan, penanggulangan bencana, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada akhir sambutannya, Siti Nur Azizah mengajak seluruh keluarga besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengesampingkan berbagai perbedaan dan fokus pada agenda besar pengabdian kepada umat dan bangsa.

“Tidak ada lagi kelompok ini atau kelompok itu. Yang ada adalah satu keluarga besar Majelis Alumni IPPNU dengan satu tujuan besar: mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia,” tegasnya.

Ia menilai bangsa ini membutuhkan lebih banyak persatuan, kerja sama, dan pengabdian dibandingkan perdebatan yang tidak produktif.

“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Ketika masyarakat kuat, bangsa akan kuat. Dan ketika alumni IPPNU bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan lahirnya kebaikan bagi negeri ini,” pungkasnya.

Peluncuran Gerakan Perempuan Membangun Negeri menandai komitmen baru Majelis Alumni IPPNU untuk hadir sebagai kekuatan moral, sosial, dan kebangsaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, adil, makmur, inklusif, dan berkelanjutan. (Ril)

LAINNYA