Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mendorong terbentuknya pasar seni di Kota Serang KOTA SERANG – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mendorong pembentukan pasar seni sebagai langkah strategis untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Serang.
Dukungan tersebut disampaikan Agis saat menerima dan berdiskusi dengan para pelaku ekonomi kreatif di lingkungan Pusat Pemerintahan Kota Serang, Kamis (30/4/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Serang untuk menghadirkan ruang yang dapat mewadahi kreativitas sekaligus aktivitas ekonomi para seniman lokal.
Menurut Agis, pembentukan pasar seni bukan sekadar ruang pameran, melainkan ekosistem yang mampu menghidupkan geliat ekonomi masyarakat. Ia menilai, keberadaan pasar seni akan menjadi titik temu antara pelaku seni, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
“Pasar seni ini nantinya bisa menjadi wadah untuk menampilkan berbagai hasil karya, mulai dari lukisan, ukiran, patung, hingga beragam karya kreatif lainnya dari para seniman Kota Serang,” ujar Agis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pasar seni tersebut direncanakan akan digelar secara rutin setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu atau Minggu. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan diisi dengan pameran, bazar, hingga pertunjukan seni yang melibatkan pelaku ekraf lokal.
Dengan konsep tersebut, Agis optimistis pasar seni dapat menjadi magnet baru bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas. Ia juga berharap para pelaku ekraf di Kota Serang semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Intinya kita ingin pelaku ekonomi kreatif di Kota Serang semakin maju dan memiliki ruang untuk berkembang. Ini juga akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga,” katanya.
Terkait lokasi pelaksanaan, Agis mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Serang bersama forum ekonomi kreatif masih melakukan kajian untuk menentukan tempat yang paling strategis dan mudah diakses oleh masyarakat.
Beberapa lokasi yang menjadi opsi di antaranya kawasan Taman Sari Kota Serang serta pelataran Gedung Juang 45 Serang. Pemilihan lokasi ini diharapkan mampu mendukung daya tarik pasar seni sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan pelaku usaha.
“Teknisnya masih kami kaji. Yang jelas, kami ingin lokasi yang representatif dan bisa menjadi pusat aktivitas seni dan ekonomi kreatif di Kota Serang,” tutupnya.