Dukung Program 2 Miliar Pohon, Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk Targetkan Tanam 1 Juta Pohon

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 13:34 40 Nazwa

TANGERANG | TD – Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk yang diinisiasi Banksasuci Foundation bersama Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) menargetkan penanaman satu juta pohon di wilayah Tangerang Raya sebagai bentuk dukungan terhadap program penanaman dua miliar pohon yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Aksi penghijauan tersebut terus dilakukan di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, kawasan situ dan danau, serta sejumlah ruang terbuka hijau di Tangerang Raya. Selain memperluas tutupan vegetasi, gerakan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim.

Inisiator Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk, Ade Yunus, mengatakan penanaman pohon memiliki manfaat besar bagi lingkungan, mulai dari meningkatkan daya serap air, mencegah erosi, mengurangi emisi gas rumah kaca, memperbaiki kualitas udara, hingga menekan risiko banjir saat musim hujan.

“Mengurangi jejak karbon berarti mengurangi emisi gas rumah kaca untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah menanam pohon yang mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen,” ujar Ade, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Ade, gerakan yang dijalankan secara swadaya tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam semangat kolaborasi multipihak.

“Yang sudah ditanam sekitar 212 ribu pohon. Kami optimistis target satu juta pohon dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh stakeholder. Semoga cita-cita mewujudkan Banten yang teduh dan Tangerang yang sejuk dapat terwujud,” katanya.

Pemprov Banten Salurkan 5.000 Bibit Pohon

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Menurut Andra, Pemprov Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) telah menyalurkan 5.000 bibit pohon, di antaranya Ketapang Kencana dan Mahoni, yang ditanam di bantaran Sungai Cisadane, anak sungai, hingga saluran irigasi.

“Alhamdulillah Pemprov Banten bersama Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk menyalurkan 5.000 bibit pohon sebagai bentuk nyata pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana,” ujarnya.

Ia berharap aksi penanaman pohon tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sejuk, dan sehat, sekaligus mengurangi jejak karbon serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

“Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk merupakan implementasi Program Bang Andra atau Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera. Semoga kesadaran kolektif ini menjadi langkah bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Wali Kota Tangerang Apresiasi Pegiat Lingkungan

Apresiasi juga disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin kepada para pegiat lingkungan yang melakukan penanaman pohon di sepanjang Jalan Baru Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk.

Ia menilai gerakan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan solusi melalui aksi nyata.

“Saya sangat mendukung anak muda yang peduli lingkungan. Program ini merupakan langkah awal kolaborasi pegiat lingkungan dengan visi Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang,” ujarnya.

Sachrudin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Insya Allah kami mendukung langkah nyata dan program pelestarian lingkungan hidup ini karena keterlibatan semua pihak sangat penting,” katanya.

Pemkab Tangerang Dorong Peningkatan RTH

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berharap Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk dapat berkontribusi terhadap peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan hidup.

“Penanaman pohon yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan ekosistem. Mudah-mudahan ke depan RTH di Kabupaten Tangerang dapat mencapai 20 hingga 25 persen sehingga kualitas udara tetap terjaga dan lingkungan semakin nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.

Sebagai informasi, jejak karbon (carbon footprint) merupakan ukuran total emisi karbon dioksida yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai aktivitas manusia. Penanaman pohon menjadi salah satu cara efektif untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim. (*)

LAINNYA