2 Kampus Besar Indonesia Minta Agis Menjadi Dosen

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 16:02 43 Deni Kusuma

KOTA SERANGWakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mendapat tawaran untuk menjadi dosen pengajar di dua kampus terkemuka di Indonesia sekaligus. Kedua kampus tersebut adalah Kampus UPI dan Pertamina.

Demikian tawaran kepada Wakil Wali Kota Serang untuk menjadi dosen tersebut mengemuka saat rapat pertemuan antara pihak Kampus UPI dan Pertamina ke Puspemkot Serang.

Berbagai alasannya melatar belakangi datangnya tawaran tersebut, mulai rekam jejak Agis yang dinilai sukses dalam meniti karirnya sebagai salah satu pengusaha muda di Indonesia, termasuk dipanggung politik yang telah mengantarkannya menjadi Wakil Wali Kota Serang periode 2024-2029.

Tidak sampai disitu, Nur Agis Aulia juga dikenal sebagai sosok yang gencar dalam mendongkrak pemberdayaan masyarakat, termasuk program pengendalian dan pembangunan kota.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Nur Agis membenarkan hal tersebut. Dua kampus besar di Indonesia telah mendatanginya dan memintanya untuk mengajar di dua kampus tersebut.

“Iya benar, untuk mengajar sebagai dosen praktisi di Kampus UPI dan Pertamina University,” terang Agis.

Sementara itu, salah satu pihak universitas yang menawarkan Agis untuk mengajar, Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi MA juga membenarkan penawaran tersebut. Ia menyebut, Agis dinilai layak menjadi dosen praktisi berdasarkan rekam jejak serta pengalaman yang dimilikinya di dunia pemerintahan dan kewirausahaan.

“Sebagai dosen praktisi, kami menawarkan beliau untuk menjadi pengajar di UPI,” ujar Didi.

Menurutnya, dosen praktisi bisa datang dari sejumlah kalangan yang telah terbukti sukses dalam meniti karir, mulai dari akademisi, kalangan profesional, dokter, aparat penegak hukum, pelaut, hingga pejabat pemerintahan, semuanya bisa menjadi dosen. Kehadiran dosen praktisi ini, kata dia, diyakini akan memberikan wawasan nyata kepada mahasiswa.

Didi menambahkan, jika Agis menerima tawaran tersebut, ia dapat berbagi pengalaman terkait tugas dan tanggung jawabnya sebagai Wakil Wali Kota Serang, serta perjalanan kariernya sebagai pengusaha yang sukses. Hal ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa.

“Beliau bisa menceritakan pengalaman di pemerintahan maupun latar belakang sebagai pengusaha untuk menginspirasi mahasiswa,” jelasnya.

Terkait teknis mengajar, Didi menyebutkan bahwa dosen praktisi memiliki fleksibilitas waktu, dengan jadwal mengajar yang dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam satu semester.

Tawaran ini menjadi peluang kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi, sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di lingkungan kampus dengan menghadirkan pengalaman nyata dari para pemangku kebijakan.

LAINNYA