Ratusan Kendaraan Dinas Dilelang, Pemkot Tangsel Raup Rp18 Miliar

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Apr 2026 11:26 61 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil meraup pendapatan sekitar Rp18 miliar dari lelang ratusan kendaraan dinas melalui mekanisme e-auction. Proses ini dilakukan secara terbuka bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) BKAD Kota Tangsel, Sugeng Rahadi, mengungkapkan bahwa sebanyak 181 unit kendaraan dinas dilelang dan seluruhnya habis terjual.

“E-auction dilakukan bersama KPKNL, sehingga terbuka untuk umum. Total pendapatan yang diperoleh sekitar Rp18 miliar,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Sugeng, kendaraan yang dilelang mayoritas merupakan mobil dinas berusia di atas 10 tahun, bahkan sebagian telah digunakan hingga 12 tahun. Lelang dilakukan sebagai langkah efisiensi untuk mengurangi beban biaya perawatan sekaligus menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku.

“Daripada terus membebani anggaran, karena kendaraan lama biaya perawatannya tinggi. Secara aturan juga sudah diperbolehkan untuk dilelang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak awal berdirinya Pemkot Tangsel, belum pernah dilakukan lelang kendaraan dinas dalam jumlah besar. Kondisi ini menyebabkan penumpukan aset yang kini mulai ditertibkan sesuai ketentuan, termasuk pengaturan kendaraan dinas jabatan.

“Untuk kendaraan roda empat diperuntukkan bagi eselon II dan III, sedangkan eselon IV umumnya menggunakan roda dua,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh unit kendaraan laku terjual tanpa sisa. Bahkan, beberapa kendaraan mencatat harga jual yang cukup tinggi. Salah satunya kendaraan jenis double cabin keluaran 2014 yang terjual di atas Rp200 juta.

“Merek seperti Toyota dan Daihatsu cukup diminati. Di kelas menengah, seperti Grand Livina, juga banyak peminat,” ungkap Sugeng.

Untuk tahun 2026, Pemkot Tangsel berencana kembali menggelar lelang tahap berikutnya. Sekitar 25 unit kendaraan roda empat tengah dipersiapkan untuk dilepas ke publik.

“Masih dalam proses, dalam waktu dekat akan diumumkan. Tahap awal ini fokus pada mobil terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, lelang kendaraan roda dua belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Meski demikian, opsi tersebut tetap terbuka, baik dijual satuan maupun dalam bentuk paket.

“Kami beri kesempatan masyarakat memilih unit. Jika tidak terserap, bisa saja dilelang secara kelompok,” tambahnya.

Selain kendaraan, Pemkot Tangsel juga membuka peluang lelang untuk peralatan dan mesin yang sudah tidak terpakai. Meski sebagian dalam kondisi rusak, barang-barang tersebut dinilai tetap memiliki pasar tersendiri.

“Ada segmennya, termasuk untuk barang-barang rusak sekalipun,” pungkas Sugeng. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA