Pemkot Tangsel Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha Lewat Program PEKA

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 16:52 29 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama BPJS Ketenagakerjaan mendorong keluarga penerima santunan memanfaatkan dana yang diterima sebagai modal usaha melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, mengatakan program tersebut bertujuan agar dana santunan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Menurut Bambang, santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan merupakan hak penuh penerima manfaat. Namun, pemerintah ingin memberikan edukasi mengenai berbagai pilihan pemanfaatan dana tersebut agar lebih produktif.

“Harapannya dana santunan bisa digunakan secara lebih bijak dan efektif sehingga membuka peluang usaha bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya. Kamis, (30/7/2026).

Melalui Program PEKA, 60 peserta diperkenalkan berbagai jenis usaha yang dapat dijalankan sesuai kemampuan dan potensi masing-masing keluarga.

Bambang menegaskan, peran pemerintah tidak berhenti pada pemberian edukasi. Pemkot Tangsel juga akan memberikan pendampingan kepada keluarga yang benar-benar ingin memulai usaha.

Menurutnya, Dinas Koperasi dan UMKM akan memfasilitasi penerima santunan mulai dari menyusun rencana usaha hingga pengembangannya.

“Yang kita bangun sekarang adalah inisiatifnya dulu. Setelah mereka menentukan usaha yang akan dijalankan, pemerintah akan membantu proses pendampingannya,” katanya.

Ia menilai program tersebut juga berpotensi mendukung penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangsel melalui tumbuhnya pelaku UMKM baru.

Bambang mengibaratkan santunan yang hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat tidak akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga yang ditinggalkan.

Karena itu, dana santunan perlu diarahkan menjadi modal yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan sehingga kondisi ekonomi keluarga dapat kembali bangkit.

“Pada tahap awal, Program PEKA diikuti 60 keluarga penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan. Keberhasilan program nantinya akan diukur dari jumlah peserta yang benar-benar memulai usaha, mengikuti pendampingan, hingga mampu mengembangkan usahanya secara mandiri,” tutupnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA