
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang. Peristiwa tersebut menewaskan seorang pelajar SMP setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak truk. Keluarga menduga kecelakaan terjadi saat korban dan dua temannya berusaha menghindari kejaran sekelompok pelajar lain. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Seorang pelajar berinisial A meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (20/10/2026). Keluarga menduga kecelakaan tersebut terjadi saat korban dan dua temannya berusaha menghindari kejaran sekelompok pelajar lain.
Menurut keterangan Elis Nia, tante korban, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika A bersama dua temannya hendak mengunjungi rumah seorang guru. Ketiganya sempat menunggu seorang teman di sekitar SMP PGRI 134 Legok.
Saat berada di lokasi, tiga orang yang berboncengan sepeda motor melintas. Berdasarkan keterangan salah satu teman korban yang selamat kepada keluarga, kelompok tersebut diduga menghentikan mereka dan mempertanyakan asal sekolah.
“Awalnya mereka mau ke rumah guru, lalu menunggu teman di area dekat SMP PGRI 134 Legok. Menurut saksi yang selamat, ada tiga orang yang diduga pelaku berboncengan melintas di lokasi,” ujar Elis Nia kepada awak media, Sabtu (24/10/2026).
Merasa terancam, A yang mengendarai sepeda motor berusaha menghindar dengan memutar arah. Namun, menurut keterangan Elis Nia, korban dan kedua temannya terus dikejar hingga kawasan Caringin, Legok.
Dalam perjalanan, sepeda motor yang mereka tumpangi sempat terjatuh di dekat SPBU Caringin. Ketiganya kemudian bangkit dan melanjutkan perjalanan. Keluarga menyebut kelompok tersebut kembali mendekati dan mengejar korban hingga kawasan dekat pabrik.
Elis Nia mengatakan, kecelakaan terjadi ketika A berusaha menghindari kejaran dan hendak mendahului sebuah truk. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian kehilangan kendali dan menabrak kendaraan berat tersebut.
“Mereka jatuh di dekat SPBU Caringin, tapi bangkit lagi karena pelaku mepet terus, dikejar lagi, jatuhlah di pabrik dekat situ,” katanya.
Menurut keterangan keluarga, kelompok yang diduga mengejar korban sempat melontarkan ejekan setelah kecelakaan terjadi sebelum meninggalkan lokasi.
Usai kejadian, korban dibawa ke klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama. Keluarga menyebut korban kemudian dirujuk ke rumah sakit sekitar satu setengah jam setelah kecelakaan.
A dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB saat menjalani penanganan medis. Sementara itu, dua teman korban turut mengalami cedera. Salah seorang mengalami luka ringan, sedangkan seorang lainnya harus menjalani operasi pada bagian tangan.
Elis Nia berharap peristiwa tersebut mendapat penanganan serius, termasuk dugaan pengejaran yang disebut terjadi sebelum kecelakaan. Ia juga berharap pihak berwenang dapat mengungkap secara jelas rangkaian kejadian yang menyebabkan keponakannya meninggal dunia.
“Kami berharap pelaku bisa dihukum. Sudah lima hari keponakan kami meninggal, tapi beritanya tidak heboh seperti yang di Serpong,” tutup Elis Nia.
Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya mendapatkan keterangan dari Polsek Legok mengenai kronologi kecelakaan, dugaan keterlibatan pelajar lain, serta perkembangan penanganan kasus. (Red)