Perwakilan PT Pegadaian (Persero) menyampaikan materi dalam talkshow Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini di PKN STAN, Bintaro, Kota Tangerang Selatan, sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan mahasiswa. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD – PT Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Peduli menggelar talkshow “Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini” untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa di Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN-STAN), Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kegiatan ini menjadi bagian dari roadshow edukasi yang mendorong generasi muda lebih bijak mengelola keuangan dan berinvestasi serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk kolaborasi memperkuat literasi dan inklusi keuangan.
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, mengatakan kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pengelolaan anggaran, arus kas, dana darurat, perencanaan keuangan, hingga pengenalan instrumen investasi, termasuk investasi emas yang dinilai mudah diakses dan dapat dimulai dengan nominal terjangkau.
“Generasi muda memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Eka. Selasa, (7/7/2026).
Selain talkshow, Pegadaian juga menggagas program Duta Literasi Keuangan untuk mencetak mahasiswa sebagai agen edukasi keuangan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara sehat, memahami risiko investasi, serta memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
“Melalui berbagai program edukasi yang dijalankan secara berkelanjutan, OJK terus mendorong masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak, memahami risiko keuangan, serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)