Ekonomi Tangerang Tumbuh 5,67 Persen, Bupati Maesyal Soroti Peran UMKM

waktu baca 3 menit
Minggu, 25 Okt 2026 22:16 33 Nazwa

TANGERANG | TD — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang mencapai 5,67 persen, dengan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bidang yang terus didorong pemerintah daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menilai pengembangan UMKM dan industri kreatif memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Maesyal saat menghadiri Indonesia Creative Connect dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

Menurut Maesyal, pengembangan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap wilayah. Selain perdagangan dan jasa, industri kreatif dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Pemkab Tangerang pun terus mendorong pemberdayaan pelaku UMKM melalui pembinaan, bantuan sarana dan prasarana, dukungan permodalan, hingga fasilitasi legalitas usaha. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara mandiri dan berdaya saing.

Jumlah UMKM Bertambah 17.000 dalam Setahun

Maesyal mengungkapkan, jumlah UMKM di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 61.000 unit pada 2024. Jumlah tersebut bertambah sekitar 17.000 unit pada 2025, sehingga menunjukkan perkembangan aktivitas usaha masyarakat di daerah tersebut.

“Dukungan pemerintah ini cukup berhasil, terlihat jumlah 61.000 UMKM pada tahun 2024, dalam satu tahun bertambah lagi sekitar 17.000 UMKM pada tahun 2025. Bertambahnya UMKM ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini adalah 5,67 persen,” ujar Maesyal.

Pertambahan jumlah UMKM tersebut menjadi salah satu indikator yang disoroti pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Meski demikian, peningkatan jumlah usaha juga perlu diikuti dengan penguatan kualitas produk, akses pasar, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis.

Karena itu, Pemkab Tangerang terus mengembangkan program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kapasitas usaha. Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan.

Potensi Wilayah Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Untuk mengoptimalkan kontribusi UMKM, Pemkab Tangerang memetakan potensi ekonomi kreatif berdasarkan karakteristik wilayah. Kawasan utara diarahkan pada potensi kelautan, wilayah selatan memiliki peluang pada sektor kuliner makanan dan minuman, sedangkan wilayah tengah atau barat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan bahan baku lokal.

Maesyal menjelaskan, pendekatan berbasis wilayah tersebut dilakukan agar pengembangan usaha lebih sesuai dengan sumber daya dan potensi yang tersedia di setiap kawasan.

Di wilayah pesisir, misalnya, pemerintah daerah memberikan dukungan kepada nelayan berupa perahu, alat tangkap ikan, dan bahan bakar. Selain itu, istri nelayan juga mendapatkan pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti bakso ikan, otak-otak, dan kerupuk.

Upaya tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru bagi keluarga nelayan sekaligus memperluas pemanfaatan hasil perikanan. Sementara itu, pengembangan kuliner dan kerajinan diarahkan untuk memperkuat produk lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pemkab Tangerang juga menyediakan Rumah Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro (RPPKUM) sebagai tempat konsultasi dan pelatihan bagi pelaku usaha. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas UMKM melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Maesyal menambahkan, aktivitas ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang saat ini disebut mencapai nilai Rp5,2 triliun. Pemerintah daerah berharap pengembangan sektor tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap perekonomian provinsi dan nasional.

Melalui penguatan UMKM dan industri kreatif, Pemkab Tangerang berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang melibatkan lebih banyak masyarakat. Pengembangan potensi lokal, peningkatan kualitas usaha, serta perluasan akses pemasaran menjadi langkah penting agar pertumbuhan tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. (*)

LAINNYA