Masada Rilis Mereka, Kritik Sosial dalam Balutan Alternative Rock Atmosferik

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 10:52 47 Nazwa

MUSIK | TD — Di tengah riuhnya musik independen yang terus bergerak, Masada kembali menegaskan identitasnya. Unit alternatif asal Bandung ini merilis single terbaru berjudul “Mereka”, sebuah karya yang memadukan kritik sosial tajam dengan lanskap suara alternative rock yang mentah, atmosferik, dan emosional.

Dirilis pada 14 April 2026, “Mereka” menyoroti paradoks kekuasaan—bagaimana kursi kepemimpinan kerap ditempati oleh figur yang tidak sepenuhnya selaras dengan tanggung jawab yang diemban. Lagu ini lahir dari kegelisahan personal, tetapi berbicara pada realitas yang jauh lebih luas: tentang pola kekuasaan yang terus berulang, seolah enggan belajar dari kesalahan yang sama.

Bagi Masada, “Mereka” bukan sekadar luapan emosi. Lagu ini adalah catatan kritis tentang regenerasi kekuasaan yang kerap mewariskan kebiasaan buruk, alih-alih kebijaksanaan. Pemilihan judul pun dilakukan secara sadar. Kata “Mereka” sengaja dipilih untuk menjaga jarak dari individu tertentu, sekaligus membuka ruang tafsir yang lebih luas bagi pendengar.

Secara musikal, Masada tetap setia pada karakter mereka: perpaduan alternative rock, post-rock, lo-fi, noise, dan sentuhan psychedelic. Tekstur gitar yang mengawang, lapisan suara yang mentah, serta nuansa atmosferik menjadi fondasi utama yang membuat setiap lagu mereka terasa intim sekaligus menghantam.

Band yang digawangi Fakhril Putra, Fariz Halim, Muhtio M.M, dan Dimas P.P ini sebelumnya telah merilis dua single, yakni Deforestasi dan Remaja. Ketiga lagu tersebut memperlihatkan konsistensi Masada dalam mengangkat isu-isu sosial melalui pendekatan musikal yang reflektif dan berkarakter.

Menariknya, seluruh proses kreatif Masada berlangsung di sela-sela rutinitas sebagai pekerja kantoran. Keterbatasan waktu justru menjadi bagian dari romantisme perjalanan mereka. Ide-ide tumbuh dari obrolan singkat, percakapan digital, hingga sesi rekaman di Binaural Studio bersama Loevi Wahyudi.

Lewat “Mereka”, Masada sekali lagi membuktikan bahwa musik independen tidak hanya tentang bunyi, tetapi juga keberanian untuk berbicara. Di tengah dunia yang terus berputar dengan paradoksnya, mereka memilih untuk merekamnya dalam denting gitar, dentuman drum, dan lirik yang tak takut mempertanyakan. (*)

LAINNYA