Kapolres Cup Tangsel Jadi Arena Uji Coba Atlet Mini 4WD, Bidik Emas di Porprov Banten 2026

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Jul 2026 18:58 77 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Kejuaraan Kapolres Cup Tangsel menjadi ajang pemanasan bagi atlet Mini 4WD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Kompetisi yang digelar di Mal Teras Kota, Serpong, selama dua hari itu juga dimanfaatkan untuk memetakan kekuatan calon rival dari berbagai daerah.

Ratusan pebalap Mini 4WD dari Jabodetabek memadati arena lomba. Kejuaraan mempertandingkan dua nomor, yakni Indonesian Damper Class (IDC) pada Sabtu (18/7) dan Indonesian Open Class (IOC) pada Minggu (19/7).

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Mini 4WD IMI Kota Tangsel, Heris Cahya Kusuma, mengatakan Kapolres Cup merupakan bagian dari program pembinaan atlet menuju Porprov Banten 2026. Apalagi, Kota Tangsel akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Event ini kami laksanakan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2026, di mana Tangsel menjadi tuan rumah. Sekaligus menjadi ajang try out dan pemetaan kekuatan atlet maupun calon lawan dari kota dan kabupaten lain,” ujar Heris.

Menurut Heris, kelas IDC diikuti sekitar 20 tim dengan total sekitar 150 peserta, sedangkan kelas IOC diikuti 15 tim yang beranggotakan sekitar 100 peserta. Mayoritas peserta berasal dari wilayah Jabodetabek.

Ia menilai kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi atlet Tangsel untuk mengukur kemampuan sekaligus membaca peta persaingan menjelang Porprov.

“Kami ingin melihat kemampuan atlet Tangsel sekaligus memetakan kekuatan lawan. Harapannya nanti kita bisa lebih siap dan meraih medali emas di Porprov 2026,” katanya.

Untuk meningkatkan motivasi peserta, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta, terdiri atas Rp10 juta untuk kelas IDC dan Rp5 juta untuk kelas IOC. Selain juara pertama hingga keempat, panitia juga memberikan penghargaan Best Time Overall bagi tim yang mencatatkan waktu tercepat dalam tiga putaran lintasan.

Berbeda dengan balapan individu, Mini 4WD pada kejuaraan ini menggunakan sistem beregu. Setiap tim diperkuat enam pebalap yang harus bekerja sama untuk melaju hingga babak final.

“Yang bertanding adalah tim, bukan individu. Satu tim terdiri dari enam racer,” jelas Heris.

Sementara itu, Panitia Teknis Kapolres Cup, Pojay, menjelaskan bahwa seluruh pertandingan mengacu pada regulasi resmi Ikatan Motor Indonesia (IMI). Saat ini terdapat tiga kelas yang diakui, yakni Indonesian Basic Class (IBC), Indonesian Damper Class (IDC), dan Indonesian Open Class (IOC). Namun, Kapolres Cup hanya mempertandingkan kelas IDC dan IOC.

Ia menjelaskan, kelas IDC masih menerapkan pembatasan modifikasi sehingga kendaraan bersifat plug and play. Adapun pada kelas IOC, peserta memiliki ruang modifikasi yang lebih luas, namun tetap harus memenuhi ketentuan teknis yang ditetapkan IMI.

“Kalau IOC modifikasinya lebih bebas, tetapi tetap ada batasannya sesuai aturan IMI,” ujar Pojay.

Menurutnya, seluruh peserta harus melewati babak penyisihan dengan menyelesaikan tiga putaran lintasan untuk memperoleh tiket ke fase berikutnya. Dari tahapan tersebut, jumlah tim akan terus disaring hingga menyisakan para finalis.

“Semakin lama persaingan semakin mengerucut hingga menghasilkan juara. Biasanya berlangsung sampai enam babak,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA