Kolaborasi BLK Tangerang dan PT ADIS, 95 Peserta Pelatihan Disebut Terserap Kerja

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Okt 2026 17:41 59 Nazwa

TANGERANG | TD — Kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dengan PT ADIS Balaraja membuahkan hasil. Sebanyak 95 peserta pelatihan berbasis industri dilaporkan terserap bekerja di perusahaan tersebut setelah mengikuti pelatihan yang berlangsung pada April hingga Agustus 2026.

Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, mengatakan pelatihan berbasis industri menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.

Menurut Rudi, kerja sama dengan perusahaan sepatu PT ADIS Balaraja memungkinkan peserta mengikuti pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

“Kita kolaborasi dengan perusahaan sepatu, yaitu PT ADIS Balaraja, dan alhamdulillah hampir 100 persen lulusannya langsung diserap sebagai pegawai di sana. Tentu ini sejalan dengan arahan Pak Bupati untuk peningkatan kompetensi masyarakat dan pengentasan pengangguran,” kata Rudi, Senin (26/10).

Kepala UPTD BLK Disnaker Kabupaten Tangerang, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa pelatihan langsung di lingkungan perusahaan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dan mempraktikkan penggunaan mesin industri.

Ia mengatakan pelatihan dilaksanakan di PT ADIS Balaraja karena ruang kelas BLK sedang menjalani revitalisasi. Meski demikian, proses seleksi peserta tetap dilakukan oleh pihak BLK.

“Para peserta kami yang seleksi dan pelatihan langsung menggunakan mesin di PT ADIS Balaraja. Saya tegaskan juga, pelatihan ini gratis 100 persen,” ujar Bambang.

Selama pelatihan, peserta mempelajari sejumlah tahapan produksi sepatu, mulai dari pemotongan bahan, penjahitan, assembling dan lasting, stockfit, hingga finishing.

Bambang menyebut program tersebut dilaksanakan secara bertahap dalam lima gelombang sepanjang 2026. Setiap gelombang diikuti lebih dari 16 peserta, dengan jumlah keseluruhan mencapai 95 orang.

“Total 95 peserta dan alhamdulillah terserap 100 persen. Hanya satu orang mengundurkan diri karena menikah. Mereka dilatih oleh perusahaan langsung, satu orang harus bisa mesin pemotongan sampai finishing,” jelasnya.

Program pelatihan berbasis industri ini menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan peningkatan keterampilan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktik menggunakan mesin industri, tetapi juga kesempatan untuk memasuki dunia kerja. (*)

LAINNYA