Hari Jantung Sedunia 2026: “Don’t Miss a Beat”, Jaga Jantung Lewat Makanan, Aktivitas dan Kesehatan Mental

waktu baca 4 menit
Selasa, 29 Sep 2026 11:44 49 Nazwa

KESEHATAN | TD — Setiap 29 September, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit kardiovaskular sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

Pada 2026, World Heart Federation (WHF) kembali mengusung kampanye “Don’t Miss a Beat”. Kampanye tersebut menyoroti pentingnya mengenali tanda dan gejala penyakit kardiovaskular yang terkadang dapat terlewatkan, sekaligus mendorong masyarakat mengambil langkah untuk melindungi kesehatan jantung.

WHF menjelaskan, penyakit kardiovaskular dapat muncul dengan tanda yang tidak selalu disadari. Karena itu, pesan Don’t Miss a Beat tidak hanya dapat dimaknai secara harfiah sebagai “jangan lewatkan satu detak”, tetapi juga sebagai ajakan untuk tidak mengabaikan sinyal tubuh dan tidak menunda perhatian terhadap kesehatan jantung.

Dalam kampanye 2026, WHF membaginya dalam tiga pesan utama, yakni mengenali tanda (see the signs), melindungi jantung (protect your heart), dan mendorong tindakan (demand action). WHF juga menyebut banyak faktor risiko penyakit kardiovaskular yang sebenarnya dapat dicegah atau dikelola melalui perubahan kebiasaan dan penanganan yang tepat.

Jaga Jantung Dimulai dari Makanan

Salah satu langkah yang dapat dilakukan sehari-hari adalah memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Pola makan sehat tidak harus selalu berarti menghindari seluruh makanan favorit. Yang lebih penting adalah membangun pola makan yang beragam dan seimbang dengan lebih banyak sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh serta sumber protein yang sesuai kebutuhan.

Sebaliknya, konsumsi garam, gula bebas, lemak jenuh dan lemak trans perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. WHO menyebut pola makan tidak sehat sebagai salah satu faktor risiko penting penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular.

Kebiasaan sederhana seperti memperbanyak sayur saat makan, memilih buah sebagai salah satu pilihan camilan, serta lebih memperhatikan kandungan garam dan gula pada makanan maupun minuman dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola makan yang lebih baik.

Lebih Banyak Bergerak, Tidak Harus Olahraga Berat

Menjaga kesehatan jantung juga tidak terlepas dari aktivitas fisik.

Tidak semua orang harus langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Jalan kaki, bersepeda, menari, bermain olahraga yang disukai atau sekadar mengambil jeda untuk bergerak setelah terlalu lama duduk juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan aktif.

Dalam kampanye Keep the Beat 2026, WHF bahkan mengajak masyarakat melakukan 20 menit aktivitas fisik setiap hari selama September. Aktivitas tersebut dapat berupa berjalan kaki, bersepeda, berlari, menari maupun kegiatan fisik lainnya.

Pesannya sederhana, menjaga jantung tidak selalu membutuhkan perubahan besar sekaligus. Kebiasaan bergerak secara konsisten dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

WHO juga mencatat bahwa kurang aktivitas fisik merupakan salah satu faktor perilaku yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Jangan Abaikan Tekanan Darah, Gula Darah dan Kolesterol

Merawat jantung juga berarti mengenali kondisi kesehatan tubuh secara berkala.

Tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi, kadar lemak darah yang tidak sehat, serta kelebihan berat badan merupakan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Salah satu hal yang membuat tekanan darah tinggi perlu diperhatikan adalah kondisinya dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tubuhnya dan mengambil langkah yang diperlukan lebih awal.

Hal ini sejalan dengan pesan Don’t Miss a Beat. Peduli terhadap jantung bukan hanya soal menunggu munculnya keluhan, tetapi juga mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan ketika diperlukan.

Hindari Rokok dan Perhatikan Kebiasaan Sehari-hari

Kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan jantung.

WHO memasukkan penggunaan tembakau, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat dan konsumsi alkohol yang berbahaya sebagai faktor perilaku utama yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi dan gangguan kadar lemak darah.

Karena itu, berhenti merokok atau tidak memulai kebiasaan tersebut, menjaga pola makan, lebih aktif bergerak dan menghindari konsumsi alkohol yang berbahaya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Kesehatan Mental Juga Tak Boleh Dilupakan

Selain makanan dan aktivitas fisik, kesehatan jantung juga perlu dilihat sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan memberikan waktu untuk beristirahat, mengelola tekanan sehari-hari, melakukan aktivitas yang menyenangkan, menjaga hubungan sosial dan mencari bantuan profesional ketika masalah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Aktivitas fisik sendiri tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan secara umum.

Dengan begitu, menjaga jantung tidak harus dipahami sebagai satu tindakan besar yang dilakukan sesekali. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari pilihan makanan, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan hingga menjaga keseimbangan mental, dapat menjadi bagian dari upaya merawat jantung.

Pada akhirnya, pesan “Don’t Miss a Beat” pada Hari Jantung Sedunia 2026 mengingatkan bahwa setiap detak jantung memiliki arti. Jangan menunggu sampai tubuh memberikan peringatan yang lebih serius untuk mulai peduli.

Hari Jantung Sedunia dapat menjadi pengingat untuk lebih mengenali kondisi tubuh, memperhatikan faktor risiko dan mulai membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan jantung, bukan hanya pada 29 September, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (Nazwa)

LAINNYA