Harlah ke-2 IGNMI di Jayanti, Maesyal Rasyid Soroti Peran Guru Ngaji di Era Teknologi

waktu baca 2 menit
Senin, 28 Sep 2026 15:04 30 Nazwa

TANGERANG | TD — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyoroti pentingnya peran guru ngaji dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial.

Hal tersebut disampaikan Maesyal Rasyid saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-2 Ikatan Guru Ngaji Maghrib Indonesia (IGNMI) dan diskusi publik di Pondok Pesantren Al Badar 2, Kecamatan Jayanti, Senin (28/9/2026).

Menurut Maesyal, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda dalam mengakses berbagai informasi. Namun, perkembangan tersebut juga perlu diimbangi dengan penguatan nilai agama dan pendidikan karakter.

Dalam kondisi tersebut, guru ngaji dinilai memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan anak-anak di lingkungan masjid, musala, majelis taklim maupun pesantren.

“Guru ngaji adalah garda terdepan yang menanamkan kesadaran spiritual, kejujuran, kedisiplinan, karakter, akhlak serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter tidak hanya berlangsung melalui pendidikan formal di sekolah. Pendidikan keagamaan yang diberikan secara rutin oleh guru ngaji juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan dan nilai-nilai positif pada diri anak.

Maesyal menilai keberadaan masjid dan majelis ngaji yang menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda. Aktivitas tersebut sekaligus dapat membantu menjaga anak-anak dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.

“Ketika masjid dan majelis ngaji menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari, kita sedang bersama-sama menyelamatkan masa depan bangsa ini,” katanya.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara IGNMI, pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Menurutnya, upaya menjaga karakter anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di lingkungan masyarakat.

Selain penguatan pendidikan karakter, Maesyal juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan keberadaan para guru ngaji.

“Pemkab Tangerang terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para guru ngaji,” tandasnya.

Peringatan Harlah ke-2 IGNMI tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dan para guru ngaji dalam mendampingi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pendidikan agama dan pembentukan karakter dinilai tetap menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang memiliki akhlak dan nilai sosial yang kuat. (*)

LAINNYA