Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, menjelaskan bahwa Damkar Tangsel telah menangani sekitar 500 operasi rescue selama semester pertama 2026 dengan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. (Foto: Istimewa) KOTA TANGSEL | TD — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan menangani sekitar 500 operasi penyelamatan (rescue) selama semester pertama 2026. Selain evakuasi ular dan penyelamatan hewan liar, petugas juga menerima berbagai permintaan bantuan unik dari masyarakat, termasuk mengambil rapor siswa sekolah dasar yang tidak dapat diambil orang tuanya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, mengatakan meningkatnya jumlah operasi penyelamatan menunjukkan bahwa peran Damkar kini semakin luas dan tidak lagi terbatas pada penanganan kebakaran.
“Selama satu semester ini sudah kurang lebih ada 500-an kasus rescue dengan berbagai macam permasalahan,” ujar Ahmad, Kamis (16/7/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Adam itu, mayoritas operasi penyelamatan berkaitan dengan evakuasi ular, penyelamatan hewan, hingga membantu warga dalam kondisi darurat lainnya.
Di antara ratusan kasus tersebut, salah satu yang paling menarik perhatian adalah permintaan bantuan untuk mengambil rapor siswa sekolah dasar. Orang tua siswa tidak dapat hadir karena sedang bertugas di luar kota maupun luar negeri, sedangkan pihak sekolah mewajibkan rapor diambil oleh anggota keluarga.
“Petugas kami diminta tolong untuk ambil rapor. Karena harus diambil perwakilan keluarga, akhirnya kami bantu,” katanya.
Permintaan tersebut diterima melalui layanan call center Damkar Tangsel. Petugas kemudian mendatangi sekolah dengan mengenakan seragam dinas untuk mewakili keluarga mengambil rapor siswa. Adam menyebut layanan serupa telah dilakukan lebih dari tiga kali dan seluruhnya melibatkan siswa SD.
Tak hanya itu, Damkar Tangsel juga pernah menerima permintaan unik melalui media sosial resminya. Seorang perempuan mengirim pesan meminta ditemani menghadiri acara pernikahan.
“Saya bilang ke admin, jawab saja siap. Cari yang paling ganteng, dampingin saja. Kan ini juga bentuk menolong,” ujarnya sambil berkelakar.
Adam menegaskan, prinsip pelayanan Damkar Tangsel adalah selalu hadir membantu masyarakat, meskipun persoalan yang dihadapi berada di luar tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran.
Ia mengaku memegang pesan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat dirinya dilantik, yakni bekerja sebaik mungkin dan menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat yang tinggal di Tangsel.
“Saya menerjemahkan pesan itu dengan membantu apa pun kesulitan warga. Siapa pun yang mengadu ke Damkar, kita layani walaupun bukan tupoksi,” tegasnya.
Selain menangani kebakaran dan operasi penyelamatan, personel Damkar Tangsel juga kerap membantu warga mengambil kunci motor yang terjatuh ke selokan, mengevakuasi kucing yang terjebak di atas pohon, hingga menangani berbagai persoalan lain yang menyulitkan masyarakat.
“Pokoknya apa pun kesulitan masyarakat, kita bantu. Pemerintah harus hadir dalam kondisi apa pun. Saya selalu sampaikan kepada anggota, kalau masyarakat sedang kesulitan, hadir dan bantu tanpa meminta apa pun,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)