Pemkot Tangsel Gandeng UIS dan PT Dwi Tunggal Jaya Abadi, Siapkan SDM Siap Kerja di Luar Negeri

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 16:52 19 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri. Kali ini, Pemkot Tangsel menggandeng Universitas Ichsan Satya (UIS) dan PT Dwi Tunggal Jaya Abadi untuk menghadirkan program pelatihan hingga penempatan kerja ke luar negeri secara legal dan terstruktur.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus pembukaan Program Pelatihan Kerja Luar Negeri yang berlangsung di Galeri UMKM Tangerang Selatan, Senin (13/7/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, kerja sama lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi global sekaligus memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat luar biasa bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah kita. Secara khusus, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Dwi Tunggal Jaya Abadi bersama Universitas Ichsan Satya (UIS) atas terselenggaranya kerja sama strategis ini,” ujar Benyamin.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja internasional.

Melalui program tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pelatihan keterampilan kerja, tetapi juga pendampingan hingga proses penempatan di luar negeri melalui jalur resmi, aman, dan sesuai prosedur.

“Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Program ini mengusung tiga tahapan utama, yakni dilatih, disertifikasi, dan bekerja. Peserta akan mendapatkan pembekalan mulai dari kemampuan teknis, penguasaan bahasa asing, hingga pemahaman budaya negara tujuan sebelum diberangkatkan.

Sebanyak 69 peserta telah mendaftar dan kini memasuki tahap verifikasi. Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan, dilanjutkan dengan proses administrasi, pemeriksaan kesehatan (medical check up), pengurusan paspor, hingga pengajuan visa.

Benyamin menjelaskan, kurikulum pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri global agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan di negara tujuan.

“Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” jelasnya.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap calon pekerja migran, Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan juga telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang legal dan berkantor di Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, program tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah SMK. Hingga kini, sosialisasi telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di Kota Tangerang Selatan.

Pemkot Tangsel juga tengah menyiapkan website khusus pendaftaran agar calon pekerja migran dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan. Selain itu, regulasi daerah terkait dukungan pembiayaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran juga sedang disusun.

Benyamin menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri merupakan implementasi nyata konsep link and match dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di tingkat internasional.

“Ini adalah wujud nyata link and match antara dunia pendidikan dengan industri global. Kolaborasi sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga pelatihan seperti inilah yang menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berjalan dengan aman, legal, dan prosedural,” tuturnya.

Ia memastikan Pemkot Tangsel akan terus mengawal seluruh proses, mulai dari pelatihan, pemberangkatan, hingga pengawasan selama bekerja di luar negeri, guna melindungi masyarakat dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja. (*)

LAINNYA