KOTA SERANG – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mendapat tawaran untuk menjadi dosen pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang. Tawaran tersebut muncul dalam pertemuan antara jajaran Pemerintah Kota Serang dengan pihak UPI Serang dan UPI Bandung yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026).
Rektor UPI Bandung Prof. Didi Sukyadi MA (UPI Pusat) didampingi Direktur UPI Serang Prof. Dr. Supriadi, M.Pd , membenarkan penawaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus melihat rekam jejak dan pengalaman Agis sebagai modal kuat untuk berkontribusi di dunia pendidikan, khususnya sebagai dosen praktisi.
“Sebagai dosen praktisi, kami menawarkan beliau untuk mengajar di UPI,” ujar Didi.
Menurutnya, konsep dosen praktisi memang membuka peluang bagi para profesional dari berbagai latar belakang untuk berbagi ilmu secara langsung kepada mahasiswa. Tidak hanya berasal dari kalangan akademisi, dosen praktisi juga dapat berasal dari profesi dokter, aparat penegak hukum, pelaut, hingga pejabat pemerintahan.
Dalam konteks ini, sosok Nur Agis Aulia dinilai memiliki pengalaman yang relevan, baik sebagai pejabat publik maupun sebagai pengusaha. Pengalaman tersebut dinilai mampu memberikan perspektif praktis yang dibutuhkan mahasiswa di luar teori yang dipelajari di ruang kelas.
Lebih lanjut, Didi menjelaskan bahwa apabila Agis menerima tawaran tersebut, ia dapat mengisi perkuliahan dengan berbagai materi yang inspiratif dan aplikatif. Mulai dari pengalaman menjalankan roda pemerintahan di Kota Serang, hingga perjalanan kariernya di dunia usaha yang dinilai sukses.
“Beliau bisa berbagi pengalaman sebagai Wakil Wali Kota, atau juga perjalanan sebagai pengusaha yang telah berhasil. Itu tentu akan sangat menginspirasi mahasiswa,” jelasnya.
Selain itu, skema pengajaran dosen praktisi juga cukup fleksibel. Dalam satu semester, dosen praktisi dapat mengajar satu hingga dua kali pertemuan, menyesuaikan dengan kebutuhan kurikulum dan ketersediaan waktu.
“Mengajarnya bisa satu semester satu atau dua kali pertemuan,” tambah Didi.
Sementara itu, tawaran ini disambut positif oleh berbagai pihak karena dinilai dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintahan. Kehadiran praktisi di kampus diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sekaligus memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang dunia kerja dan kepemimpinan.
Jika terealisasi, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya UPI dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Di sisi lain, bagi Pemerintah Kota Serang, keterlibatan Wakil Wali Kota dalam dunia akademik dapat menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.