Pengiriman Sampah ke Cilowong Dihentikan, Pemkot Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah per Hari ke Cileungsi

waktu baca 2 minutes
Rabu, 7 Jan 2026 13:01 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) langsung mengambil langkah cepat menyusul keputusan Pemerintah Kota Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah ke TPAS Cilowong. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa layanan kebersihan tetap berjalan optimal demi menjaga kenyamanan warga.

Menurut Benyamin, hambatan teknis di daerah mitra tidak boleh sampai mengganggu sistem pengelolaan sampah di Tangsel. Ia memastikan roda pelayanan publik tetap berputar.

“Saya tegaskan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus bekerja dan tidak berhenti. Penghentian pengiriman ke TPAS Cilowong ini hanya bersifat sementara,” ujar Benyamin dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).

Langkah Darurat dan Sinergi Antarwilayah

Sebagai langkah antisipatif jangka pendek, Pemkot Tangsel telah menjalin kesepakatan pengalihan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi yang mulai diberlakukan Rabu (7/1/2026).

Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama dua pekan ke depan. Kebijakan ini ditempuh guna mencegah penumpukan sampah di kawasan permukiman maupun ruang-ruang publik di Tangsel.

“Saya telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait agar bergerak cepat dan terkoordinasi, mulai dari penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, hingga penguatan pengelolaan sampah di hulu,” jelasnya.

Jaminan Pelayanan dan Evaluasi Menyeluruh

Benyamin juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Ia menegaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab penuh pemerintah.

Lebih jauh, Benyamin menilai kondisi ini sebagai kesempatan bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi mendasar terhadap sistem pengelolaan sampah, agar tidak terus bergantung pada solusi darurat antar-daerah.

“Situasi ini menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan, sehingga ke depan Tangsel mampu mandiri dalam pengelolaan limbah,” tutupnya. (*)

LAINNYA