RSB Sahabat Paru Jadi Wujud Kolaborasi Pemkot Tangerang dan Baznas Tangani TBC

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 18:41 38 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD — Upaya menekan angka Tuberkulosis (TBC) di Kota Tangerang tidak hanya dilakukan melalui layanan kesehatan, tetapi juga diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang menghadirkan Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru sebagai bentuk sinergi dalam mendukung penanganan pasien TBC.

RSB Sahabat Paru diresmikan oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di Perumahan Bina Marga, Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (27/8/2026).

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanggulangan TBC melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga pendampingan dan dukungan terhadap pasien selama menjalani proses pengobatan.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengatakan persoalan TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena keberhasilan penanganan TBC juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga lembaga yang memiliki kepedulian sosial seperti Baznas.

“TBC bukan hanya persoalan medis. Pasien juga membutuhkan dukungan keluarga, gizi yang cukup, lingkungan yang sehat, dan pendampingan. Yang paling penting, jangan sampai ada stigma. Jangan biarkan pasien merasa sendiri atau diasingkan,” ujar Sachrudin.

Ia menilai kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan Baznas menjadi langkah penting karena penanganan TBC memiliki dimensi sosial yang cukup kuat. Pasien tidak hanya membutuhkan akses pengobatan, tetapi juga dukungan agar mampu menjalani pengobatan secara konsisten hingga tuntas.

Sachrudin juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap pasien TBC. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pasien membutuhkan dukungan dan perhatian, bukan dikucilkan.

“Mereka membutuhkan perhatian dan dukungan agar bisa menjalani pengobatan sampai tuntas dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya.

ZIS Didorong Beri Manfaat Langsung

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat diarahkan untuk memberikan manfaat sosial secara langsung kepada masyarakat.

Sachrudin mengatakan, pengelolaan ZIS tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah secara personal, tetapi juga dapat menjadi instrumen sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Persoalan kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Begitu pula zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang ibadah secara personal, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, RSB Sahabat Paru menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi pemerintah dan lembaga sosial dapat menghasilkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam konteks penanganan TBC, dukungan sosial tersebut dinilai penting karena proses pengobatan membutuhkan waktu dan kedisiplinan. Pendampingan diharapkan dapat membantu pasien tetap mendapatkan dukungan selama menjalani pengobatan.

Sachrudin pun mengapresiasi Baznas Kota Tangerang, Dinas Kesehatan Kota Tangerang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan RSB Sahabat Paru.

“Ini adalah contoh kolaborasi yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. ZIS yang dikelola secara amanah dapat hadir menjadi solusi dan memberikan harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan TBC,” ungkapnya.

Perkuat Upaya Eliminasi TBC

Lebih lanjut, Sachrudin berharap RSB Sahabat Paru dapat berkembang menjadi ruang yang memberikan dukungan secara berkelanjutan bagi pasien TBC dan keluarganya.

Ia menegaskan bahwa eliminasi TBC membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Kesadaran masyarakat, dukungan keluarga, lingkungan yang sehat, serta pendampingan pasien menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

“Semoga RSB Sahabat Paru semakin banyak memberikan manfaat. Karena kesehatan adalah investasi masa depan. Ketika kita membantu satu orang untuk sehat dan pulih, sesungguhnya kita juga sedang membangun keluarga dan masyarakat yang lebih kuat,” pungkas Sachrudin. (*)

LAINNYA