Proyek Rekonstruksi Jalan Suryadarma Dimulai, Pemkot Tangerang Siapkan Skema Contraflow

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Agu 2026 18:38 37 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memulai proyek rekonstruksi Jalan Marsekal Suryadarma, Kecamatan Neglasari, Selasa (18/8/2026). Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang menjadi salah satu akses penting menuju kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Proyek rekonstruksi tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan, tetapi mencakup pembongkaran dan pembangunan kembali struktur badan jalan serta pembetonan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, rekonstruksi Jalan Marsekal Suryadarma akan dikerjakan pada lima segmen dengan total panjang sekitar 297 meter.

“[Proyek] perbaikan ruas Jalan Marsekal Suryadarma mulai berlangsung, ada lima segmen kerusakan jalan yang akan diperbaiki total dengan panjang sekitar 297 meter yang ditargetkan akan berlangsung sampai dua bulan ke depan,” ujar Taufik saat melakukan monitoring di lokasi proyek, Selasa (18/8/2026).

Lima segmen pekerjaan tersebut tersebar mulai dari kawasan pertigaan M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kampung Rawa Rotan, TPU Selapajang Jaya, hingga sekitar terowongan dekat Jalan Perimeter Utara.

Dimulainya proyek rekonstruksi tersebut membuat Pemkot Tangerang perlu menyiapkan pengaturan lalu lintas agar aktivitas perbaikan tidak menghentikan mobilitas masyarakat. Terlebih, kondisi ruas jalan yang memiliki keterbatasan ruang membuat pengalihan arus secara penuh sulit dilakukan.

Karena itu, Pemkot Tangerang berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Tangerang Kota untuk menerapkan sistem contraflow atau rekayasa lalu lintas lawan arah selama proyek berlangsung.

Dalam skema tersebut, ruas jalan sisi arah Kota Tangerang akan dibuka menjadi dua arah secara bergantian. Langkah ini disiapkan agar kendaraan tetap dapat melintas meskipun sebagian ruas jalan digunakan untuk kegiatan konstruksi.

“Karena tidak memungkinkan dibuatkan jalur alternatif, skema rekayasa lalu lintasnya sudah disiapkan untuk memastikan ruas jalan tetap bisa dilalui selama proyek rekonstruksi berlangsung,” jelas Taufik.

Ia mengatakan, Pemkot Tangerang mengupayakan agar kedua ruas jalan tetap dapat digunakan selama kondisi memungkinkan. Namun, penerapan contraflow menjadi salah satu skema yang disiapkan untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak selama pekerjaan berlangsung.

Selain rekayasa lalu lintas, rambu-rambu sementara dan petugas pengatur lalu lintas juga disiapkan di sejumlah titik untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan. Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau mengikuti arahan petugas serta memperhatikan perubahan pengaturan lalu lintas selama proyek berjalan.

Pemkot Tangerang menyadari proses rekonstruksi berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Namun, perbaikan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya proyek, masyarakat yang rutin menggunakan Jalan Marsekal Suryadarma diharapkan menyesuaikan perjalanan, mengurangi kecepatan, dan tetap berhati-hati ketika melintasi kawasan pekerjaan.

Proyek rekonstruksi Jalan Marsekal Suryadarma ditargetkan berlangsung sekitar dua bulan. Selama periode tersebut, skema rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan kondisi pekerjaan dan situasi arus kendaraan di lapangan. (*)

LAINNYA