Forum Pemuda Islam Serukan Masyarakat Jaga Kondusivitas Saat Sampaikan Aspirasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 15:24 9 Nazwa

JAKARTA | TD — Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional menyerukan masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas saat menyampaikan aspirasi di ruang publik. Penyampaian aspirasi dinilai sebagai hak konstitusional warga negara yang harus dilakukan secara damai, bertanggung jawab, dan bermartabat.

Seruan tersebut disampaikan Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional dalam pernyataan sikap kebangsaan memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia di Kalibata, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Forum tersebut terdiri atas Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, dan Barisan Muda Al-Ittihadiyah.

Dalam pernyataan sikapnya, forum menyoroti sejumlah persoalan kebangsaan, mulai dari penegakan hukum, kebebasan menyampaikan aspirasi, pemberantasan judi online, penertiban pinjaman online ilegal, reformasi agraria, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, hingga penguatan kedaulatan pangan.

Terkait kebebasan menyampaikan aspirasi, forum menegaskan bahwa hak tersebut dijamin oleh konstitusi. Namun, kebebasan tersebut juga harus disertai tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Forum mengajak masyarakat menyampaikan kritik maupun tuntutan melalui cara-cara yang damai serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan terhadap situasi keamanan dan ketertiban.

Sebagai bagian dari sikap kebangsaan, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional juga mendesak Pemerintah Pusat dan DPR segera membahas regulasi terkait penyebarluasan paham LGBTQ. Selain itu, forum mendorong penguatan penegakan hukum terhadap kejahatan judi online dan penertiban pinjaman online ilegal yang dinilai meresahkan masyarakat.

Di bidang agraria, forum mendukung pelaksanaan reformasi agraria yang memberikan kepastian hak atas tanah bagi masyarakat. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi petani.

Sementara dalam pengelolaan sumber daya alam, forum mendorong pemerintah menerapkan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan. Pemerintah juga didorong melakukan reformasi pendidikan nasional serta memperkuat kedaulatan pangan melalui tata kelola yang bersih dan transparan.

Forum berharap berbagai agenda pembangunan melalui Program Asta Cita pemerintah dapat diwujudkan melalui kebijakan yang konkret, berintegritas, bermartabat, dan akuntabel.

Dengan langkah tersebut, pembangunan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pernyataan sikap itu ditandatangani lima perwakilan organisasi, yakni Habib Fathan Ibrahim selaku Ketua Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia, Sami Muhamad selaku Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad, Ahmad Nawawi selaku Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Haniffudin Chaniago selaku Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah, serta Berry Kurniawan dari DPP Barisan Muda Al-Ittihadiyah. (*)

LAINNYA