Anhidrosis: Penyebab Tubuh Tidak Berkeringat dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Okt 2026 11:17 42 Nazwa

KESEHATAN | TD — Berkeringat merupakan respons alami tubuh ketika beraktivitas atau berada di tengah cuaca panas. Namun, ada orang yang tidak bisa berkeringat secara normal, bahkan ketika tubuh terasa panas. Kondisi ini disebut anhidrosis.

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut mungkin terdengar menguntungkan karena tubuh tidak mudah basah oleh keringat dan masalah bau badan terasa lebih ringan. Padahal, keringat memiliki fungsi penting untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Apa Itu Anhidrosis dan Apa Penyebabnya?

Anhidrosis adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mengeluarkan keringat secara normal. Jika produksi keringat hanya berkurang, kondisi tersebut disebut hipohidrosis.

Penyebab anhidrosis cukup beragam, mulai dari gangguan kelenjar keringat, kerusakan kulit, gangguan saraf, hingga efek samping obat-obatan tertentu. Kondisi ini juga dapat terjadi sejak lahir atau berkembang seiring waktu.

Seseorang mungkin baru menyadarinya ketika beraktivitas di tengah cuaca panas, tetapi tubuh tidak mengeluarkan keringat seperti biasanya. Jika hal ini terjadi berulang kali, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Benarkah Tidak Berkeringat Membuat Tubuh Bebas Bau Badan?

Tidak selalu. Bau badan umumnya muncul ketika bakteri di kulit menguraikan zat dalam keringat, terutama yang dihasilkan kelenjar apokrin di area seperti ketiak.

Sementara itu, keringat dari kelenjar ekrin yang tersebar di hampir seluruh tubuh umumnya tidak berbau dan berperan dalam mengatur suhu tubuh.

Produksi keringat yang berkurang mungkin membuat bau badan lebih ringan pada sebagian orang. Namun, anhidrosis tidak menjamin seseorang terbebas dari bau badan karena masih ada faktor lain yang memengaruhinya.

Risiko Anhidrosis bagi Kesehatan

Risiko utama anhidrosis adalah tubuh kesulitan melepaskan panas. Akibatnya, suhu tubuh dapat meningkat, terutama ketika seseorang berolahraga atau berada di lingkungan yang panas.

Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga sengatan panas (heatstroke) yang mengancam nyawa.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain pusing, lemas, sakit kepala, mual, dan tubuh terasa sangat panas. Jika muncul kebingungan, penurunan kesadaran, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.

Apabila seseorang terus-menerus tidak berkeringat saat kepanasan atau beraktivitas, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Sambil mencari tahu penyebabnya, hindari aktivitas berat saat cuaca panas dan usahakan berada di tempat sejuk.

Anhidrosis bukan sekadar kondisi tubuh yang tidak berkeringat. Meski sekilas terlihat menguntungkan, gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh menjaga suhu dan perlu mendapat perhatian jika terjadi secara tidak normal. (Nazwa)

LAINNYA