Peserta Sespimmen Polri Gelar FGD di Sumedang, Bahas Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Agu 2026 10:49 11 Redaksi

TANGERANG | TD — Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg 67 Poklat 7 menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Mapolres Sumedang, Kamis (13/8/2026), untuk membahas upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang.

Kegiatan tersebut melibatkan 11 perwira menengah Polri dan sejumlah pemangku kepentingan daerah. Forum mendapat dukungan dari Kapolres Sumedang, Dr. Reza Ma’ruffi, S.H., S.I.K., M.H., serta menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan distribusi pangan dan mencari solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

Sejumlah pihak hadir dalam diskusi tersebut, di antaranya Kasatreskrim Polres Sumedang, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asosiasi Pengelola Pasar, serta tokoh masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum tersedianya pasar induk di Sumedang. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap rantai distribusi karena pedagang lokal harus berperan sebagai agen dalam memperoleh pasokan dari distributor.

Panjangnya rantai distribusi berpotensi membuat harga sejumlah kebutuhan pokok di tingkat konsumen menjadi lebih tinggi dibandingkan harga distributor.

Untuk menjawab persoalan tersebut, forum mendorong sejumlah langkah, antara lain pengembangan pasar induk di Sumedang dan pelaksanaan Bazar Pasar Murah. Program tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain persoalan distribusi, aspek pengawasan juga menjadi perhatian. Kepolisian mendorong pengawasan terhadap gudang-gudang distributor guna mengantisipasi praktik penimbunan yang dapat mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga bahan pokok.

FGD juga membahas penguatan potensi pangan lokal. Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah ubi Cilembu yang selama ini menjadi produk unggulan Sumedang.

Pengembangan dan pemberdayaan komoditas tersebut dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Tokoh masyarakat H. Sobirin menyambut positif pelaksanaan FGD. Ia menilai sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat penting untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta harga tetap terjangkau.

Kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Brigjen Pol Nurcholis dan disupervisi Kombes Pol Purwanto. FGD berlangsung interaktif dan lancar dengan menghasilkan sejumlah gagasan terkait stabilisasi harga, pengawasan distribusi, serta penguatan pangan lokal.

Melalui forum tersebut, peserta Sespimmen Polri berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga persoalan distribusi pangan dapat ditangani secara lebih efektif dan kebutuhan pokok masyarakat Sumedang tersedia dengan harga yang stabil dan terjangkau. (*)

LAINNYA