Kejuaraan Catur Banten Diikuti Ratusan Atlet, Wagub Tekankan Pembinaan Dini

waktu baca 3 menit
Minggu, 9 Agu 2026 11:28 34 Nazwa

CILEGON | TD Ratusan atlet catur dari berbagai daerah di Provinsi Banten ambil bagian dalam Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Banten yang digelar di pelataran Sosoro Mall Merak, Kota Cilegon, Sabtu (8/8/2026).

Kejuaraan tersebut menjadi salah satu wadah bagi para pecatur untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan atlet, khususnya dari kelompok usia muda.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang membuka kejuaraan tersebut menilai, pembinaan atlet catur perlu dilakukan secara konsisten sejak usia dini. Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan pecatur berprestasi.

Dimyati mengatakan, catur bukan sekadar permainan yang mengandalkan kemampuan mengatur strategi di atas papan. Lebih dari itu, olahraga tersebut juga mengajarkan berbagai nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena di permainan catur itu kita banyak belajar bagaimana bisa bertahan dari serangan, melangkah dengan perhitungan jangka panjang dan memperkuat pertahanan,” ujar Dimyati.

Menurutnya, proses pembinaan sejak anak-anak dapat membantu membentuk pola pikir yang lebih terarah. Para atlet muda juga dilatih untuk mempertimbangkan setiap langkah, mengambil keputusan secara matang serta menghadapi berbagai tekanan dan situasi dalam pertandingan.

Nilai-nilai tersebut, kata Dimyati, menjadi alasan penting mengapa olahraga catur perlu dikenalkan dan dikembangkan sejak usia dini.

Ia meyakini pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan tidak hanya akan menghasilkan atlet baru yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter anak yang lebih kuat, disiplin dan konsisten dalam mencapai tujuan.

“Di dalam catur juga kita diajarkan bagaimana pion-pion itu di tengah keterbatasan bidak yang ia lalui, namun dengan konsistensi ia bisa sukses menjadi apa pun yang diinginkan,” jelasnya.

Karena itu, Dimyati mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya mendukung kejuaraan tingkat provinsi, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan, seperti festival maupun kompetisi catur di berbagai tingkatan.

Menurutnya, semakin banyak ruang kompetisi yang tersedia, semakin besar pula kesempatan bagi pecatur muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengembangkan potensinya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon Hasan Saidan mengatakan, Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Banten tersebut diikuti ratusan atlet yang berasal dari delapan kabupaten dan kota di Banten.

Para peserta berasal dari kelompok usia 7 hingga 19 tahun. Selain kategori usia muda, kejuaraan tersebut juga mempertandingkan kategori senior untuk umum serta kategori veteran.

Hasan berharap penyelenggaraan kejuaraan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga catur sekaligus membuka peluang bagi munculnya pecatur-pecatur baru di Banten.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini semakin banyak para pecatur baru yang akan meramaikan kejuaraan yang lebih tinggi lagi,” kata Hasan.

Dengan keterlibatan atlet dari berbagai kelompok usia dan daerah, Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Banten diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses regenerasi dan pembinaan pecatur di Banten secara berkelanjutan. (*)

LAINNYA