Bupati Tangerang Hadiri Wisuda ASI 2026, Dorong Pemberian ASI Eksklusif untuk Wujudkan Generasi Sehat

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 14:43 18 Nazwa

TANGERANG | TD — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Wisuda ASI dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kamis (6/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 250 bayi mengikuti Wisuda ASI. Dari jumlah itu, 132 bayi menerima sertifikat Wisuda ASI sebagai bentuk apresiasi karena telah memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan sesuai anjuran.

“Alhamdulillah hari ini kami hadir bersama dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tangerang. Ada 250 bayi yang hadir dan 132 bayi menerima sertifikat Wisuda ASI karena telah mendapatkan ASI eksklusif sesuai ketentuan. Seluruh bayi yang hadir juga kami berikan suplemen dan makanan tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatannya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, program Wisuda ASI telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dan akan terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, pemberian ASI eksklusif merupakan investasi penting untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di masa mendatang.

“Kami doakan seluruh bayi tumbuh sehat. Mereka inilah yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Jika sejak dini kesehatannya terjaga, maka derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang juga akan terus meningkat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengimbau para orang tua, khususnya ibu yang memiliki bayi dan balita, agar rutin memanfaatkan layanan Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Saya mohon kepada ibu-ibu agar rajin membawa anak ke Posyandu. Di sana pertumbuhan dan perkembangan anak akan dipantau oleh petugas kesehatan dan kader Posyandu. Kalau ada masalah kesehatan bisa segera diketahui dan ditangani sejak dini,” imbaunya.

Ia menegaskan, pemeriksaan rutin di Posyandu penting dilakukan untuk memantau berat badan, tinggi badan, status gizi, serta perkembangan anak sesuai usianya. Selain itu, Posyandu juga menjadi tempat bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai pemberian ASI, makanan pendamping ASI (MPASI), hingga pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Pemberian ASI sesuai anjuran hingga usia dua tahun sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Jangan lupa juga memberikan makanan pendamping ASI setelah bayi berusia enam bulan agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal,” tandasnya. (*)

LAINNYA