Rektor UMT Tekankan Adaptasi AI dan Karakter kepada 363 Lulusan FISIP

waktu baca 4 menit
Minggu, 20 Sep 2026 14:13 36 Redaksi

TANGERANG | TD — Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Dr. Warsito, M.Si mengingatkan kepada 363 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai akhir perjalanan pendidikan. Menurutnya, lulusan UMT harus terus belajar, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Warsito dalam acara yudisium mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMT tahun akademik 2025-2026 yang digelar di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (20/9/2026).

Dari 363 mahasiswa yang diyudisium, sebanyak 292 merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan 71 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan.

Warsito mengatakan, yudisium menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyandang gelar akademik, tetapi bukan berarti perjalanan telah berakhir.

“Yudisium bukan akhir sebuah perjalanan. Hari ini kalian sudah berhak menyandang gelar akademik sarjana, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Justru ini adalah awal untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” ujar Warsito.

Ia menekankan, kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMT harus dapat diterapkan dan diterima di tengah masyarakat. Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi harus mampu menunjukkan kompetensi melalui karya dan kontribusi nyata.

Harus Adaptif terhadap Perkembangan AI

Warsito juga mengingatkan para lulusan mengenai perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat.

Menurut dia, perubahan teknologi tersebut menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan beradaptasi. Mereka yang berhenti belajar dan hanya mengandalkan ijazah berisiko tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Kalau kalian tidak bisa adaptif terhadap perkembangan ini, akan tertinggal. Karena itu, terus belajar dan siap melakukan perubahan,” katanya.

Ia menilai lulusan Ilmu Komunikasi memiliki peluang untuk terus berkembang seiring perubahan teknologi dan pola komunikasi masyarakat. Namun, kompetensi akademik tersebut harus berjalan beriringan dengan akhlak dan karakter.

“Jangan hanya mengandalkan otak, tetapi juga hati. Kompetensi penting, tetapi akhlak dan karakter juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Empat Pesan untuk Lulusan

Dalam kesempatan tersebut, Warsito menyampaikan sejumlah pesan kepada para lulusan UMT.

Pertama, ia meminta lulusan menjaga karakter dan nilai-nilai Al-Islam di mana pun berada. Menurutnya, lulusan UMT harus mampu menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Kedua, lulusan diminta adaptif terhadap perubahan. Perkembangan zaman, termasuk teknologi AI, menuntut setiap orang untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

“Kalau hanya diam dan puas dengan ijazah, maka selesai sudah. Karena itu harus terus belajar menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Ketiga, Warsito mendorong lulusan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Menurutnya, proses belajar tidak berhenti di bangku kuliah, tetapi dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan.

“Belajar tidak mesti di bangku kuliah. Di mana pun harus dilakukan, karena saat ini yang dibutuhkan adalah orang-orang yang kompeten,” tuturnya.

Keempat, lulusan diharapkan mampu memberikan dampak bagi masyarakat. Ia berharap alumni UMT tidak menjadi beban, melainkan hadir sebagai inovator dan memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap lulusan UMT jangan menjadi benalu, tetapi menjadi inovator di tengah masyarakat. Itu ciri insan Muhammadiyah, di mana pun berada selalu menerangi,” katanya.

Jangan Lupakan Orang Tua dan Dosen

Selain kompetensi dan kemampuan beradaptasi, Warsito mengingatkan lulusan untuk tidak melupakan dukungan orang-orang yang telah mengantarkan mereka hingga menyelesaikan pendidikan.

Ia menyebut doa orang tua sebagai salah satu bagian penting dalam perjalanan keberhasilan seseorang. Karena itu, ia meminta para lulusan untuk kembali meminta doa dan restu kepada orang tua setelah mengikuti yudisium.

Bagi lulusan yang telah berkeluarga, ia juga mengingatkan pentingnya meminta doa dari pasangan.

“Setelah selesai hari ini, jangan lupa meminta doa orang tua. Yang sudah punya pasangan, minta juga doa pasangan,” ujarnya.

Warsito juga meminta para lulusan tidak melupakan jajaran struktural FISIP serta para dosen yang telah memberikan kontribusi selama proses pendidikan.

Ia berharap seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di UMT dapat melanjutkan perjalanan dengan membawa ilmu, kompetensi, karakter, dan semangat memberikan manfaat.

“Setelah selesai dari UMT, saya berharap semuanya sukses,” pungkasnya. (Red)

LAINNYA