Relawan TIK Banten Edukasi Literasi Digital bagi Warga Belajar Baru PKBM Himata

waktu baca 4 menit
Minggu, 2 Agu 2026 18:26 46 Redaksi

TANGERANG | TD — Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten memberikan edukasi literasi digital kepada warga belajar baru PKBM Himata, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Studi (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Relawan TIK Goes to School (REGOS) yang memperluas penguatan literasi digital hingga sektor pendidikan nonformal.

Berbeda dengan kalender pendidikan formal, PKBM Himata baru melaksanakan MPLS pada awal Agustus 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan Relawan TIK Provinsi Banten untuk membekali warga belajar dengan pengetahuan dan keterampilan digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan produktif.

Sebanyak 40 warga belajar dari jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif menyimak materi, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi digital di ruang belajar sederhana PKBM Himata yang telah berdiri sejak 2007.

Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Ahmad Taufiq Jamaludin, yang menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut mengatakan, pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak. Karena itu, penguatan literasi digital juga harus menjangkau peserta didik di jalur pendidikan nonformal.

“Melihat semangat teman-teman warga belajar di PKBM Himata menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Di tengah berbagai keterbatasan, mereka tetap memilih melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik. Ini adalah bukti bahwa kesempatan belajar tidak pernah mengenal batas usia maupun latar belakang,” ujar Taufiq.

Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Ahmad Taufiq Jamaludin, menyampaikan materi literasi digital kepada warga belajar baru PKBM Himata dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Studi (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Minggu (2/8/2026). (Foto: Ist)

Ia menegaskan, literasi digital merupakan kompetensi penting di era transformasi digital. Internet tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga sumber belajar, peningkatan keterampilan, hingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Ilmu dan keterampilan kini dapat diakses dengan mudah melalui internet. Karena itu, literasi digital menjadi bekal penting agar teknologi dimanfaatkan secara bijak, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan. Tetap semangat menempuh pendidikan melalui PKBM. Kalian adalah orang-orang hebat yang memilih bangkit dan menolak stigma putus sekolah,” katanya.

Kepala PKBM Himata, Madsoni, mengapresiasi kehadiran Relawan TIK Provinsi Banten yang telah memberikan edukasi kepada warga belajarnya. Menurutnya, literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat mampu memanfaatkan internet sebagai sumber ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

“Terima kasih kepada Kang Taufiq yang telah berbagi ilmu di PKBM Himata. Dulu tempat ini hanya berupa gubuk saung sederhana, alhamdulillah sekarang sudah memiliki bangunan permanen yang layak dan telah meluluskan puluhan angkatan. Kami berharap kehadiran Relawan TIK dapat memotivasi warga belajar agar semakin semangat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” ujar Madsoni.

Ia juga mengingatkan para warga belajar agar tidak pernah kehilangan harapan dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan kerja, dan membentuk karakter yang baik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri 28 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXIII Kelompok XI Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang yang sedang menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Sindangsono.

Ketua Kelompok XI KKN UNIS Tangerang, Hery, mengatakan kegiatan di PKBM Himata memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya pendidikan kesetaraan sekaligus penguatan literasi digital di tengah masyarakat.

“Kunjungan ini membuka mata kami tentang besarnya peran pendidikan kesetaraan bagi masyarakat. Semangat para warga belajar sangat menginspirasi. Kami berharap kolaborasi bersama Relawan TIK dapat mendorong masyarakat Desa Sindangsono semakin melek teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Hery.

Menurutnya, penguatan literasi digital secara berkelanjutan menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang mampu menyaring informasi, terhindar dari hoaks, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.

Sementara itu, salah seorang warga belajar Paket C, Hafidz, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti edukasi literasi digital. Ia semakin termotivasi untuk mendalami digital marketing sebagai bekal mengembangkan usaha di masa depan.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Saya jadi tertarik belajar digital marketing lebih dalam. Seperti yang disampaikan Kang Taufiq, kita harus menjadi masyarakat yang cakap digital, bukan hanya menjadi pengguna internet, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan. Sekarang saya mulai berpikir produk apa yang bisa saya pasarkan melalui internet,” tutur Hafidz.

Melalui program REGOS di PKBM Himata, Relawan TIK Provinsi Banten menegaskan komitmennya memperluas edukasi literasi digital hingga menjangkau pendidikan nonformal. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mewujudkan masyarakat yang inklusif, adaptif, dan siap menghadapi era transformasi digital. (*)

LAINNYA