Festival Kali Sabi 2026 Jadi Momentum Pemkot Tangerang Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Jul 2026 14:58 34 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui Festival Kali Sabi 2026. Kegiatan yang digelar di kawasan Kali Sabi, Kecamatan Cibodas, Minggu (12/7/2026), menjadi momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, lembaga sosial, hingga masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Festival tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dan turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat.

Dalam sambutannya, Sachrudin menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari lingkungan sekitar.

“Saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Festival Kali Sabi sebagai momentum untuk memperkuat budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mari kita mulai dari langkah-langkah sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat diwujudkan hanya melalui program pemerintah. Diperlukan kepedulian serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, Pemkot Tangerang terus mendorong terbangunnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni.

Pada kesempatan tersebut, Sachrudin juga mengapresiasi Banksasuci Foundation sebagai penggagas Festival Kali Sabi. Ia menilai festival ini mampu menghadirkan gerakan pelestarian lingkungan yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas dan pelaku usaha.

“Terima kasih kepada Banksasuci Foundation yang terus menjadi penggerak kebaikan dan inspirasi bagi masyarakat. Kehadiran para pelaku UMKM dalam festival ini juga menjadi ruang promosi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Inilah bentuk kolaborasi yang perlu terus kita perkuat,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, seluruh program pemerintah akan lebih efektif apabila didukung perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

“Yang paling utama pada akhirnya adalah kesadaran masyarakat. Agustus nanti kami mengajak seluruh masyarakat mengikuti Tobat Nasional Ekologis. Selama ini kita telah melakukan kesalahan secara kolektif terhadap lingkungan yang menjadi sumber kehidupan. Mari kita hentikan kebiasaan yang merusak lingkungan dan mulai memperbaikinya bersama,” kata Jumhur.

Mengusung tema “Bersih Kalinya, Sehat Warganya”, Festival Kali Sabi 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, mulai dari aksi bersih-bersih sungai, penanaman pohon, penebaran ribuan bibit ikan lele, senam sehat bersama, hingga bazar UMKM.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Kali Sabi diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sungai dan ekosistem sebagai sumber kehidupan. (*)

LAINNYA