Gubernur Andra Soni Pastikan Sekolah Rakyat Pandeglang Beroperasi Juli 2026, Progres Capai 67 Persen

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 23:43 47 Nazwa

PANDEGLANG | TD — Gubernur Banten Andra Soni memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, berjalan sesuai target dan siap beroperasi pada Juli 2026. Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau langsung progres pembangunan sekolah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang saat ini telah mencapai 67,71 persen. Sejumlah bangunan utama bahkan telah memasuki tahap pemasangan atap, sehingga pekerjaan arsitektur dan penyelesaian interior dapat dilakukan secara bersamaan untuk mempercepat penyelesaian proyek.

“Progresnya sesuai dengan yang ditargetkan. Target operasional di Juli,” ujar Andra Soni saat melakukan peninjauan, Senin (8/6/2026).

Menurut Andra, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Pandeglang ditargetkan menampung sekitar 500 siswa dari berbagai wilayah di Provinsi Banten dengan prioritas bagi warga Kabupaten Pandeglang. Fasilitas yang disiapkan pun cukup lengkap, mulai dari ruang belajar, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, hingga berbagai sarana penunjang lainnya yang mendukung konsep pendidikan terpadu.

Sementara itu, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian PU, Nabil Muhammad, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal. Selain menambah tenaga kerja dan peralatan, pekerjaan konstruksi juga dilakukan secara paralel untuk mengejar target penyelesaian pada akhir Juni 2026.

“Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen, sementara Lebak sekitar 66,42 persen,” kata Nabil.

Ia optimistis seluruh pekerjaan, termasuk pembangunan jalan kawasan dan fasilitas pendukung lainnya, dapat dirampungkan tepat waktu sehingga sekolah siap difungsikan pada Juli mendatang.

Di sisi lain, proses verifikasi calon peserta didik masih berlangsung. Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli, menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan secara door to door di seluruh kabupaten dan kota di Banten untuk memastikan calon siswa memenuhi kriteria penerima manfaat program.

Prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Sekolah Rakyat Pandeglang akan membuka tiga rombongan belajar untuk masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per rombongan belajar. Saat ini kuota siswa jenjang SMA telah terpenuhi, sedangkan proses verifikasi untuk jenjang SD dan SMP masih terus berlangsung karena masih terdapat sejumlah kuota yang tersedia.

Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan proses seleksi peserta didik yang berjalan sesuai tahapan, Sekolah Rakyat Pandeglang diharapkan dapat mulai beroperasi pada Juli 2026 dan menjadi pusat pendidikan berasrama yang memberikan kesempatan belajar lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Provinsi Banten. (*)

LAINNYA