BAZNAS Kota Tangerang Bersama KBRI Berhasil Pulangkan Korban TPPO dari Kamboja

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 14:08 11 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD – Upaya penyelamatan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Salah satunya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang yang berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dalam membantu proses pemulangan warga Kota Tangerang yang menjadi korban eksploitasi kerja di Kamboja.

Korban berinisial AM, warga Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air setelah sebelumnya terjebak dalam perusahaan ilegal berkedok pekerjaan bidang marketplace di Kamboja.

Ketua BAZNAS Kota Tangerang, Aslie Elhusyairy, mengatakan pihaknya turut mengawal proses advokasi hingga kepulangan AM bersama keluarganya. Bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi korban yang membutuhkan pendampingan untuk dapat kembali ke Indonesia.

“Alhamdulillah, kami berhasil membantu kepulangan salah satu korban TPPO dari Panunggangan Utara. Korban merupakan anak dari buruh konveksi yang mengalami keterbatasan ekonomi dan terjebak bekerja di Kamboja dengan tekanan serta hukuman kerja yang berat,” ujar Aslie, Kamis (23/7/2026).

Menurut Aslie, AM sebelumnya berangkat ke Kamboja setelah tergiur tawaran pekerjaan. Namun, kenyataan yang diterima tidak sesuai dengan informasi awal. Korban justru ditempatkan di perusahaan ilegal yang menerapkan aturan kerja berat dan mengalami tekanan selama lebih dari satu bulan.

Kondisi tersebut akhirnya terungkap setelah lokasi tempat korban bekerja digerebek oleh aparat kepolisian Kamboja. Setelah proses penyelamatan, KBRI kemudian melakukan pendampingan terhadap korban hingga proses pemulangan ke Indonesia.

“Korban sebelumnya diselamatkan KBRI setelah lokasi kerjanya digerebek polisi Kamboja. Setelah itu, kami ikut membantu proses pemulangan agar korban bisa kembali berkumpul bersama keluarganya,” jelasnya.

Aslie menyampaikan, BAZNAS Kota Tangerang memberikan bantuan melalui program asnaf riqab sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban perdagangan manusia dan membutuhkan bantuan pembebasan.

“Bantuan asnaf riqab ini kami berikan sebagai bentuk rasa kemanusiaan. Korban kini sudah kembali ke Tanah Air dan disambut langsung oleh ibunya bersama Tim BAZNAS Kota Tangerang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam suasana penuh haru,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aslie mengungkapkan bahwa bantuan terhadap korban TPPO menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Tangerang dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan.

Dalam beberapa waktu terakhir, BAZNAS Kota Tangerang juga telah membantu proses pemulangan warga lainnya yang menjadi korban TPPO di Kamboja. Sebelumnya, warga Kecamatan Batuceper berhasil dipulangkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

BAZNAS Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak memiliki kejelasan legalitas. Masyarakat diminta memastikan informasi pekerjaan melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban perdagangan orang. (*)

LAINNYA