147 KK di Keranggan Krisis Air, Pemkot Tangsel Salurkan 50 Ribu Liter dan Siapkan Deep Well

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 20:36 29 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Sebanyak 147 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan debit air sumur dangkal menyusut. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan telah menyalurkan sekitar 50 ribu liter air bersih dan menyiapkan pembangunan sumur dalam (deep well) sebagai solusi permanen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan warga terdampak tersebar di tujuh Rukun Tetangga (RT). Distribusi air bersih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Sebanyak 147 KK di tujuh RT di Kelurahan Keranggan sekarang terdampak kekeringan. Sampai kemarin Pemkot Tangsel sudah menyalurkan kurang lebih 50.000 liter air bersih,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Ia menegaskan, Pemkot Tangsel siap meningkatkan jumlah maupun frekuensi distribusi air bersih apabila kebutuhan masyarakat terus bertambah.

“Kalau diperlukan, distribusi air bersih akan kami tambah,” katanya.

Selain penyaluran bantuan air bersih, Pemkot Tangsel juga mengoptimalkan layanan pengaduan masyarakat agar kebutuhan air di wilayah terdampak dapat ditangani lebih cepat melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Asep, masyarakat dapat melaporkan kondisi kekeringan melalui kanal pengaduan resmi maupun pemerintah setempat sehingga tim teknis dapat segera melakukan pemetaan dan pengiriman bantuan ke lokasi.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Pemkot Tangsel berencana membangun deep well yang dilengkapi toren berkapasitas besar di wilayah rawan kekeringan. Model tersebut mengacu pada fasilitas serupa yang telah beroperasi di kawasan Perumahan Pesona Serpong.

“Pemkot Tangsel berencana membangun sumur air dalam (deep well) yang dilengkapi toren berkapasitas besar di wilayah terdampak, seperti model yang sudah berhasil dibangun dan difungsikan di Perumahan Pesona Serpong,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan musim kemarau. Pemkot juga berkomunikasi dengan pengelola Bendung Katulampa di Bogor guna memonitor debit air yang berpengaruh terhadap pasokan air baku bagi Perumda Air Minum Kota Tangerang Selatan.

Asep mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, seperti konsumsi dan sanitasi. Warga juga diminta segera melapor melalui RT, RW, atau kelurahan apabila sumur mulai mengering agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Meski penanganan darurat telah berjalan, realisasi pembangunan deep well akan menjadi indikator penting keberhasilan mitigasi jangka panjang. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air menggunakan armada tangki setiap kali musim kemarau melanda. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA