Alsyafa Cassiopeia, Buruh Pabrik yang Menemukan Jalan Hidup Melalui Literasi

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 11:44 118 Nazwa

SOSOK | TD — Dari Kabupaten Brebes, daerah yang dikenal luas sebagai sentra bawang merah dan telur asin, lahir seorang penulis muda yang membuktikan bahwa karya besar tidak selalu lahir dari ruang akademik atau lingkungan sastra. Ia adalah Syarifatul Aliyah, yang dikenal di dunia literasi dengan nama pena Alsyafa Cassiopeia.

Perempuan kelahiran Brebes, 14 Januari 2005 ini tumbuh dan besar di Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Berasal dari keluarga sederhana, ia tidak menempuh pendidikan sastra dan belum mengenyam pendidikan strata satu. Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi langkahnya untuk belajar, berkembang, dan berkarya melalui dunia literasi.

Saat ini, Syarifatul Aliyah bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu pabrik di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Di tengah rutinitas kerja yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk menulis, mengembangkan kemampuan diri, dan merawat kecintaannya terhadap dunia sastra.

Perjalanan kepenulisannya bermula dari rasa penasaran. Saat itu, ia melihat sebuah poster lomba cipta puisi tingkat Jawa Tengah. Meski mengaku tidak memiliki minat khusus terhadap menulis maupun mengarang, ia memberanikan diri untuk mencoba. Hasilnya tidak langsung memuaskan. Kegagalan menjadi pengalaman pertama yang harus diterimanya.

Namun, rasa penasaran itu justru menjadi titik balik. Ia terus belajar, mencoba, dan memperbaiki kemampuannya. Hingga akhirnya, usaha tersebut membuahkan hasil ketika ia berhasil meraih Juara III dalam salah satu lomba yang diselenggarakan oleh penerbit buku.

Sejak saat itu, dunia literasi menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Berbekal ketekunan dan semangat belajar, ia berhasil menyusun karya pertamanya yang berjudul “Mahligai Kata”, sebuah buku yang memuat kumpulan kutipan inspiratif, puisi, motivasi, serta renjana yang merekam berbagai pengalaman dan refleksi kehidupan.

Tidak hanya aktif sebagai penulis, Syarifatul Aliyah juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua pada sebuah publisher, penerbit, dan percetakan buku di bawah naungan Nara Media yang berpusat di Bireuen, Aceh, dan memiliki cabang di Brebes. Peran tersebut semakin memperluas pengalaman dan kompetensinya dalam bidang kepenulisan, penerbitan, dan pengembangan literasi.

Perempuan dengan kepribadian INFP ini memiliki beragam hobi kreatif, mulai dari menulis, melukis, merajut, memotret, hingga mendengarkan musik. Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang ekspresi yang turut memperkaya imajinasi dan proses kreatifnya dalam berkarya.

Dalam perjalanan pendidikannya, ia merupakan alumni MI Assyafi’iyah Jatibarang (2017), SMP Negeri 2 Jatibarang (2020), dan SMA Negeri 1 Jatibarang (2023). Selama periode 2022 hingga 2026, ia juga aktif mengikuti berbagai kompetisi dan berhasil menorehkan sejumlah prestasi di bidang puisi, cerpen, serta olimpiade.

Bagi Syarifatul Aliyah, kemandirian adalah nilai penting dalam kehidupan. Hal itu tercermin dalam motto yang selalu dipegangnya: “Berusahalah untuk mandiri agar saat kamu kehilangan seseorang, kamu masih bisa berdiri sendiri.”

Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa bakat tidak selalu hadir sejak awal. Terkadang, bakat lahir dari keberanian untuk mencoba, kegigihan untuk belajar, dan keteguhan untuk terus melangkah meski berkali-kali menemui kegagalan.

Syarifatul Aliyah menunjukkan bahwa seorang buruh pabrik pun dapat menjadi penulis, penggerak literasi, sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Melalui karya dan dedikasinya, ia membuktikan bahwa mimpi dapat tumbuh di mana saja, termasuk dari sudut-sudut sederhana Kabupaten Brebes.

Semoga perjalanan dan pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Brebes, untuk terus mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri sehingga mampu melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan masa depan bangsa.

Penulis: Rizki Saputro, S.Hum. (*)

LAINNYA