Mengenal Hari Arafah: Hari Penuh Ampunan dengan Keutamaan Puasa dan Doa Mustajab

waktu baca 5 menit
Senin, 25 Mei 2026 12:04 40 Nazwa

RELIGI | TD – Hari Arafah menjadi salah satu hari paling istimewa dalam kalender Islam. Hari yang jatuh pada 9 Dzulhijjah ini dikenal sebagai waktu penuh keberkahan, ampunan, serta momen terbaik untuk memperbanyak ibadah dan doa. Tidak hanya bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, umat Muslim di seluruh dunia juga dianjurkan untuk menghidupkan hari tersebut dengan berbagai amalan sunnah.

Keutamaan Hari Arafah bahkan disebut sebagai salah satu hari paling mulia di sisi Allah SWT. Pada hari ini, pintu rahmat dibuka lebar, dosa-dosa diampuni, dan doa-doa diyakini lebih mudah dikabulkan. Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui puasa, dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa dan istighfar.

Sejarah dan Makna Hari Arafah

Hari Arafah berkaitan erat dengan rangkaian ibadah haji. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi rukun terpenting dalam ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:

Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi)

Secara historis, Arafah juga memiliki makna kuat dalam perjalanan manusia. Beberapa ulama menyebut bahwa di tempat inilah Nabi Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah terpisah ketika diturunkan ke bumi. Karena itu, Arafah sering dimaknai sebagai simbol pertaubatan, pertemuan, serta penghambaan manusia kepada Allah SWT.

Selain itu, Hari Arafah disebut sebagai hari penyempurnaan agama Islam. Hal ini merujuk pada turunnya ayat dalam Surah Al-Maidah ayat 3:

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, serta telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.

Karena kemuliaannya, Hari Arafah menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Anjuran Puasa di Hari Arafah

Salah satu amalan paling dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji adalah puasa Arafah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dan memiliki keutamaan yang sangat besar.

Rasulullah SAW bersabda:

Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Hadist tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Arafah. Selain menjadi bentuk ibadah sunnah, puasa ini juga menjadi momentum membersihkan diri dari dosa serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, puasa tidak dianjurkan agar kondisi fisik tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji. Namun bagi umat Muslim lainnya, puasa Arafah menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Arafah

Hari Arafah menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Selain puasa, terdapat sejumlah amalan yang banyak diamalkan umat Muslim untuk menghidupkan malam dan hari Arafah.

1. Memperbanyak Dzikir Tauhid

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca dzikir:

“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir.”

Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus, dzikir ini dapat dibaca sebanyak 1000 kali pada malam Arafah, dimulai setelah Maghrib. Dzikir tauhid tersebut berisi pengagungan kepada Allah SWT serta pengakuan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan atas kehidupan dan kematian.

Rasulullah SAW juga bersabda:

Sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaaha illallah.” (HR. Tirmidzi)

2. Membaca Surah Al-Ikhlas 1000 Kali

Selain dzikir tauhid, Ustadzah Halimah Alaydrus juga menganjurkan amalan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali pada Hari Arafah. Amalan ini dapat dimulai sejak setelah Subuh dan diusahakan selesai sebelum waktu Ashar.

Surah Al-Ikhlas dikenal sebagai surat yang memiliki keutamaan besar karena berisi tentang tauhid dan pengesaan Allah SWT. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya Surah Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Setelah menyelesaikan bacaan tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, menyebutkan harapan-harapan terbaik, serta memohon segala kebaikan kepada Allah SWT. Hari Arafah diyakini sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Hari Arafah juga menjadi waktu terbaik untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar, mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukan, dan memohon agar diberikan hati yang lebih baik.

4. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia, termasuk Hari Arafah. Selain menambah pahala, membaca Al-Qur’an juga dapat menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Bersedekah dan Berbuat Kebaikan

Amalan lain yang dapat dilakukan adalah bersedekah, membantu sesama, serta menjaga lisan dan perilaku. Hari Arafah menjadi momentum untuk memperbanyak amal saleh dan menebarkan kebaikan kepada orang lain.

Penutup

Hari Arafah bukan sekadar bagian dari rangkaian ibadah haji, tetapi juga menjadi kesempatan besar bagi seluruh umat Muslim untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Dengan menjalankan puasa, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga memanjatkan doa-doa terbaik, Hari Arafah dapat menjadi momentum penuh keberkahan dan pengampunan.

Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, Hari Arafah mengajarkan pentingnya berhenti sejenak untuk merenung, beribadah, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Sebab bisa jadi, doa-doa yang dipanjatkan pada hari istimewa tersebut menjadi jalan datangnya rahmat dan kebaikan dalam kehidupan. (Nazwa)

LAINNYA