Waketum PKN Nilai Kemenkeu Butuh Teknokrat Sekelas Sri Mulyani di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 23:10 27 Nazwa

JAKARTA | TD — Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional (Pimnas) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) sekaligus Peneliti Senior Index Politica Indonesia, Denny Charter, menilai pemerintah memerlukan sosok teknokrat dengan kredibilitas tinggi untuk memimpin Kementerian Keuangan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Denny, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disertai pergerakan IHSG di zona merah menunjukkan masih tingginya persepsi risiko pasar terhadap perekonomian nasional.

Ia menjelaskan, langkah Bank Indonesia (BI) yang telah menempuh kebijakan moneter ketat melalui kenaikan suku bunga acuan seharusnya mampu menarik arus modal asing masuk ke pasar domestik. Namun, kondisi tersebut dinilai belum memberikan hasil yang diharapkan.

“Realitas empiris menunjukkan rupiah masih terkoreksi dan arus modal keluar dari pasar ekuitas tetap terjadi. Kondisi ini mengindikasikan adanya persoalan fundamental lain, yakni persepsi risiko negara (country risk premium) yang sangat dipengaruhi oleh kredibilitas Kementerian Keuangan,” kata Denny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Denny menilai pasar keuangan bergerak berdasarkan ekspektasi dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, posisi Menteri Keuangan menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam menilai arah pengelolaan anggaran negara, disiplin fiskal, dan keberlanjutan utang pemerintah.

Menurutnya, sosok Menteri Keuangan yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar figur populer, melainkan teknokrat yang memiliki keberanian mengambil kebijakan fiskal yang sulit namun diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi.

“Pasar membutuhkan kepastian. Pemerintah Presiden Prabowo Subianto memerlukan teknokrat yang tidak terbebani oleh pertimbangan popularitas sehingga mampu mengambil keputusan strategis untuk menjaga kesehatan fiskal,” ujarnya.

Denny menilai mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Ia menyebut Sri Mulyani selama ini dikenal konsisten menjaga disiplin fiskal serta memiliki legitimasi teknokratis dalam proses pengambilan kebijakan.

Menurutnya, keberadaan figur seperti Sri Mulyani juga dapat memperkuat kepercayaan lembaga pemeringkat internasional, seperti Moody’s, S&P, dan Fitch, terhadap kondisi fiskal Indonesia sehingga mampu menjaga peringkat utang negara dan iklim investasi jangka panjang.

Di sisi lain, Denny berpandangan Menteri Purbaya memiliki potensi yang lebih optimal apabila ditempatkan pada kementerian yang membutuhkan kemampuan komunikasi publik dan mobilisasi sosial.

“Popularitas dan kemampuan komunikasi yang dimiliki Menteri Purbaya akan memberikan dampak lebih besar apabila ditempatkan di kementerian yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan masyarakat, seperti Kementerian Koperasi dan UKM maupun Kementerian Sosial,” katanya.

Denny menegaskan, penempatan sumber daya manusia pada posisi yang tepat menjadi faktor penting agar efektivitas pemerintahan dan kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi nasional dapat terus terjaga. (*)

LAINNYA