Peluncuran Aplikasi Sanset Jadi Terobosan Baru Tata Kelola Aset Daerah di Tangsel

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Mei 2026 16:07 33 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) resmi melunucurkan aplikasi Sanset (Sistem Administrasi dan TTE Aset).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, A Fatoni, menyebut aplikasi Sanset dapat membantu pemerintah daerah dalam mendata sekaligus memonitor aset milik daerah secara lebih efektif.

Menurutnya, digitalisasi pengelolaan aset menjadi kebutuhan penting di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan akuntabel.

“Hari ini baru saja diluncurkan aplikasi terkait aset daerah, Sanset. Kami dari Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi atas inovasi ini. Dengan Sanset, aset yang ada di Tangsel bisa lebih terdata, tata kelolanya diperbaiki, dimonitor, dan dilakukan evaluasi,” ujar Fatoni. Senin, (18/5/2026).

Ia menjelaskan, aset daerah yang terdokumentasi dengan baik nantinya tidak hanya berfungsi sebagai data administratif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pembiayaan daerah melalui berbagai skema kreatif.

Menurut Fatoni, Kementerian Dalam Negeri terus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan creative financing atau mencari sumber pembiayaan alternatif. Salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan aset daerah dan barang milik daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga melakukan inovasi dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

“Ada lima cara yang perlu dilakukan, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan SDM, digitalisasi, dan inovasi,” katanya.

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, Sanset dirancang untuk memperkuat sistem pencatatan aset daerah, baik aset bergerak maupun tidak bergerak. Dengan sistem digital tersebut, seluruh data aset nantinya dapat terintegrasi dan terdokumentasi secara lebih rapi.

“Hari ini kita meluncurkan Sanset berbasis data bersama Pak Dirjen. Ini untuk mempermudah penataan, pengelolaan, dan pencatatan aset, baik aset bergerak maupun tidak bergerak,” ujar Benyamin.

Menurutnya, keberadaan aplikasi Sanset menjadi langkah penting menuju sistem data aset yang lebih terpusat dan akurat. Dengan data yang sudah terintegrasi, pemerintah daerah akan lebih mudah melakukan pengawasan maupun menentukan kebijakan pengelolaan aset ke depannya.

“Jadi nanti akan menuju kepada data aset yang terpaku. Tinggal ke depannya bagaimana pengelolaannya, karena memang ingin dimudahkan,” katanya.

Benyamin berharap digitalisasi pengelolaan aset tersebut dapat meningkatkan efisiensi kerja perangkat daerah sekaligus mempercepat proses administrasi.

Kepala BKAD Tangsel, Hadi widodo, menjelaskan bahwa, Sanset merupakan bagian dari rangkaian pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang terhubung dengan perencanaan kebutuhan barang milik daerah atau RKBMD.

Di dalamnya mencakup berbagai proses administrasi mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan hingga penatausahaan aset.

“Sanset itu isinya untuk BMD. Jadi memang menjadi satu rangkaian dengan RKBMD. Ruang administrasinya ada di Sanset,” ujarnya.

Menurutnya, aplikasi itu dibangun untuk membantu aparatur pemerintah daerah dalam mengelola aset secara lebih sistematis, terukur, dan berbasis data. Selain mempercepat proses administrasi, Sanset juga mendukung penerapan sistem paperless di lingkungan pemerintahan.

“Jadi aplikasi ini dibangun untuk memudahkan teman-teman semuanya dalam mengelola aset. Sekaligus paperless, tidak perlu lagi ada copy berkas yang diedarkan untuk tanda tangan keliling,” katanya.

Melalui sistem tersebut, proses tanda tangan dokumen kini dapat dilakukan secara elektronik dari mana saja. Pejabat terkait cukup membuka aplikasi melalui laptop maupun telepon genggam untuk melakukan verifikasi dan penandatanganan digital. (Idris Ibrahim)

LAINNYA