KOTA SERANG – Program Serang City Tour resmi diluncurkan dan diresmikan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia di Rumah Makan Taman Jaya Ujung Kulon Cabang Serang, Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani No.Km. 4, Sukajaya, Kecamatan Curug, Minggu (17/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Agis menegaskan komitmen Pemerintah Kota Serang atau Pemkot Serang untuk terus memperkuat ekosistem pariwisata secara menyeluruh demi mendorong kemajuan sektor wisata di Kota Serang, termasuk pelaku usaha UMKM lainnya agar bisa memberikan dampak positif.
Mengusung tema “Satu Kota Banyak Cerita”, peluncuran Serang City Tour sukses menarik antusiasme wisatawan yang mengikuti perjalanan wisata ke sejumlah destinasi unggulan di Kota Serang. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan pilihan paket wisata yang telah disediakan panitia.

Pada open trip perdana ini, panitia menghadirkan tiga pilihan perjalanan wisata. Paket pertama mengajak peserta mengunjungi kawasan bersejarah Banten Lama. Paket kedua menawarkan wisata seni budaya dan urban Kota Serang, sementara paket ketiga menghadirkan pengalaman wisata alam dan spiritual.
Head of Community Serang City Tour, Ridha Pujiati menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan, seluruh peserta mendapatkan kesempatan berkeliling Kota Serang secara gratis sesuai paket yang dipilih masing-masing.

Menurut Ridha, para wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, terlihat menikmati keberagaman destinasi yang dimiliki Kota Serang. Tidak hanya mengunjungi tempat wisata, peserta juga diajak mencicipi aneka kuliner khas yang ditemui sepanjang perjalanan.
“Kota Serang punya banyak kelebihan. Tidak hanya destinasi wisatanya saja, tapi juga kuliner, kerajinan tangan, batik, hingga budaya lokal yang sangat menarik. Ini membuat Kota Serang layak menjadi salah satu tujuan wisata nasional,” ujarnya.

Ridha menegaskan, hadirnya Serang City Tour bukan sekadar program perjalanan wisata biasa, melainkan langkah awal membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pihaknya ingin melibatkan berbagai unsur, mulai dari PHRI, pelaku UMKM, budayawan, hingga komunitas pariwisata agar dapat tumbuh bersama.
“Kami ingin bergerak bersama semua pihak dalam membangun ekonomi masyarakat. Jika pariwisata tumbuh, maka UMKM, pengrajin, hotel, transportasi, hingga sektor lainnya juga akan ikut terdampak positif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Serang, Zeka Bachdi berharap Serang City Tour mampu menyatukan seluruh pelaku wisata dan usaha di Kota Serang agar berkembang secara bersama-sama.
Menurutnya, penguatan ekosistem pariwisata nantinya juga akan melibatkan daerah lain di Provinsi Banten guna memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
“Namun home base-nya tetap di Kota Serang,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan bahwa Serang City Tour merupakan ruang bersama yang dapat diikuti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha.
“Serang City Tour bukan milik siapa-siapa, tapi milik kita semua. Jadi semua pihak bisa ambil bagian,” kata Agis.
Menurutnya, Pemkot Serang akan terus berupaya menyatukan seluruh pelaku wisata dan pelaku usaha agar dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang kuat.
“Karena Kota Serang ini menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan. Maka kita harus menyiapkan ekosistemnya supaya bisa berkembang bersama-sama,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Agis memastikan Pemerintah Kota Serang siap memfasilitasi berbagai kebutuhan maupun persoalan di lapangan agar sektor pariwisata Kota Serang terus berkembang.
Ia juga menilai Kota Serang memiliki nilai historis yang sangat kuat karena pernah menjadi pusat peradaban Kesultanan Banten di masa lalu. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat banyak wisatawan tertarik berkunjung.
Selain itu, Agis turut mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong pariwisata Kota Serang agar mampu dikenal lebih luas hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Saya juga meminta kepada pengurus DAMRI agar dapat bekerja sama dalam mendukung perjalanan wisatawan saat akhir pekan,” katanya.
Salah satu peserta Serang City Tour, Geri mengaku sangat menikmati perjalanan wisata yang diikutinya. Ia bahkan sengaja datang ke Kota Serang untuk mencari lokasi syuting film.
Menurutnya, kawasan Banten Lama memiliki suasana dan nilai historis yang sangat menarik untuk dijadikan lokasi produksi film.
“Saya cukup kagum dengan suasananya. Ke depan saya ingin mengadakan syuting film di Kota Serang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Putri, peserta paket wisata kedua. Ia mengaku puas dengan konsep perjalanan yang dinilai nyaman karena lokasi wisata saling berdekatan sehingga tidak melelahkan.
“Enggak macet juga, tempat wisatanya enak banget, orang-orangnya ramah, makanannya juga enak-enak,” tuturnya.