Normalisasi Kali Cirarab di Sepatan–Pasar Kemis, Bupati Maesyal Rasyid Turun Langsung

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 20:00 45 Nazwa

TANGERANG | TD — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan penertiban bangunan liar sekaligus normalisasi Kali Cirarab di Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta para camat di wilayah terkait.

Menurut Maesyal Rasyid, keterlibatan berbagai instansi ini bertujuan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan di bantaran sungai, termasuk PT Intek, terkait pelanggaran garis sempadan sungai (GSS).

“Kami sudah berkomunikasi, dan alhamdulillah pihak PT Intek bersedia mengikuti aturan GSS serta melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, normalisasi Kali Cirarab dilakukan untuk menekan potensi banjir sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat, pekerja, dan warga yang tinggal di sekitar bantaran. Setelah pembongkaran rampung, tahap selanjutnya adalah pengerukan sungai dan pembangunan turap oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Dengan normalisasi dan penurapan, kami berharap wilayah ini ke depan tidak lagi terdampak banjir. Ini merupakan upaya jangka panjang demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Maesyal juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang dengan kesadaran sendiri membongkar bangunan yang melanggar aturan. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi pihak lain.

“Di Sepatan, ada tiga perusahaan yang siap melakukan pembongkaran mandiri. Sementara di Pasar Kemis, masyarakat, pelaku usaha, hingga tempat ibadah sudah mulai membongkar bangunan masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, panjang area normalisasi Kali Cirarab diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga titik peninjauan di PT Intek.

Terkait penanganan banjir di wilayah lain, pemerintah juga merencanakan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir, seperti di Jayanti dan Kresek, yang saat ini tengah memasuki tahap tender oleh BBWS.

“Penanganan banjir ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan bertahap untuk mengurangi risiko banjir di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (*)

LAINNYA