DIMENSI #1 Soroti Kesenjangan SDM, Sertifikat Banyak tapi Lulusan Belum Siap Kerja

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Apr 2026 08:53 59 Redaksi

SEMARANG | TD — Fenomena banyaknya lulusan bersertifikat namun belum siap kerja menjadi sorotan utama dalam kegiatan Diskusi Seputar Kompetensi (DIMENSI #1) yang digelar oleh DPD Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) Jawa Tengah pada 11 April 2026.

Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) merupakan organisasi profesi yang berkomitmen pada pengembangan dan peningkatan kualitas asesor di Indonesia. Organisasi ini berperan dalam mendorong profesionalisme asesor, memperkuat standar kompetensi, serta menjembatani kebutuhan antara regulator, lembaga sertifikasi, dan dunia industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem kompetensi nasional, sekaligus tindak lanjut dari forum Ngopi Kompas (Ngobrol Pintar Seputar Kompetensi) yang sebelumnya mengangkat berbagai isu strategis pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

DIMENSI #1 merupakan inisiatif DPP IASPRO yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Master Asesor Indonesia (PMAI) dan Perkumpulan Pengelola Sertifikasi Profesi Indonesia (PSPI), serta didukung oleh BBPVP Semarang.

Dibuka BNSP, Satukan Regulator hingga Industri

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam membangun sistem kompetensi yang kredibel dan berdaya saing.

Forum ini menghadirkan berbagai unsur strategis, mulai dari regulator, industri, akademisi, hingga praktisi SDM. Di antaranya Ketua BNSP Syamsi Hari, Komisioner BNSP Aji Martono, perwakilan industri Budi Cahyono, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Tengah Dr. Kusno, Ketua Forum HRD Semarang Irwan Sudaryanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah Dwi Ari Astuti, Kepala BBPVP Semarang Fikri Kurniakiki, perwakilan perguruan tinggi Dyah Setyaningrum, Ketua Pengarah PMAI Azsrial Tatang, serta praktisi industri Daffa M. Ardian.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa DIMENSI bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang strategis untuk menyatukan perspektif dalam pengembangan SDM nasional.

Bahas Delapan Isu Kritis SDM

Dalam forum tersebut, peserta membahas delapan isu utama yang selama ini menjadi tantangan pengembangan SDM di Indonesia, yakni:

  • Kesenjangan lulusan dengan kebutuhan industri
  • Nilai strategis sertifikasi kompetensi
  • Integritas dan kredibilitas asesmen
  • Implementasi link and match yang belum konsisten
  • Kualitas dan profesionalisme asesor
  • Keseimbangan kuantitas dan kualitas sertifikasi di LSP
  • Efektivitas kolaborasi lintas lembaga
  • Kesiapan SDM menghadapi kecerdasan buatan (AI) dan masa depan kerja

Diskusi berlangsung dinamis tanpa paparan formal, sehingga mendorong dialog yang lebih tajam, fokus, dan berbasis realitas lapangan.

Soroti Peran Teknologi dalam Pengembangan Kompetensi

DIMENSI #1 juga menghadirkan perspektif teknologi melalui paparan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pemecahan masalah oleh Daffa M. Ardian. Ia menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam proses asesmen dan pengembangan kompetensi SDM agar lebih adaptif terhadap perubahan.

Hasilkan Rekomendasi Strategis

Berbeda dengan forum diskusi pada umumnya, DIMENSI #1 menghasilkan dokumen rekomendasi berupa policy brief yang ditandatangani seluruh narasumber sebagai bentuk komitmen bersama.

Rekomendasi tersebut menjadi:

  • Arah strategis penguatan sistem kompetensi nasional
  • Dasar penguatan kolaborasi antar lembaga
  • Panduan peningkatan kualitas SDM yang relevan dengan kebutuhan industri

Dorong SDM Siap Kerja dan Adaptif

DIMENSI #1 menegaskan bahwa penguatan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara sektor pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan industri.

Forum ini juga menekankan bahwa tantangan ke depan bukan sekadar menghasilkan lulusan yang lulus secara administratif, melainkan memastikan mereka benar-benar siap kerja, adaptif, dan dipercaya oleh industri.

Sebagai kelanjutan dari Ngopi Kompas, DIMENSI #1 menjadi langkah konkret dalam mengubah gagasan menjadi aksi nyata.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai profesi. DIMENSI #1 diharapkan menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah, menyelaraskan peran, serta membangun SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (Ril)

LAINNYA